Defisit APBD-P 2026 Membesar, Bupati Bantul Minta OPD Berhemat
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Ilustrasi. /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina Patra Niaga turut berpartisipasi dalam aksi global Earth Hour 2026 dengan memadamkan lampu secara serentak di seluruh wilayah operasional kilang pada Sabtu (29/3/2026) malam. Pemadaman dilakukan selama satu jam, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.
Aksi ini digelar di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan hingga Kasim. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan global yang diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF) untuk meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim dan pentingnya pelestarian lingkungan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa partisipasi dalam Earth Hour telah menjadi agenda rutin perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
“Tujuannya untuk terus mengingatkan pentingnya perilaku hemat energi, baik bagi pekerja, mitra kerja, maupun keluarga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, pemadaman lampu selama satu jam di seluruh wilayah kilang tercatat mampu menghemat listrik sekitar 9 megawatt (MW). Selain itu, langkah tersebut juga berhasil menekan emisi karbon sekitar 6 ton CO2 ekuivalen serta menghemat konsumsi energi setara lebih dari 2.000 liter bahan bakar minyak.
Menurut Roberth, Earth Hour tidak hanya dimaknai sebagai aksi mematikan lampu selama satu jam, melainkan sebagai momentum untuk membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan.
Ia menilai, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan dalam jangka panjang.
“Langkah sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, memakai peralatan hemat energi, serta bijak dalam penggunaan listrik dapat membantu menjaga kelestarian bumi,” katanya.
Pertamina berharap aksi ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas agar tidak hanya berpartisipasi dalam Earth Hour, tetapi juga menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.
Roberth menegaskan bahwa Earth Hour hanyalah simbolisasi, sementara perubahan nyata terletak pada konsistensi perilaku. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying.
Seusai aksi Earth Hour 2026, komitmen penghematan energi diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi kebiasaan kolektif yang berkelanjutan demi menjaga lingkungan dan menekan dampak perubahan iklim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?
BRI Peduli melatih 500 volunteer mengelola sampah jelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Reservasi hotel di Jogja naik 5%-15% menjelang WJNC 2026. PHRI DIY menyebut okupansi 25%-40% dan berharap dampak wisatawan meluas.