Advertisement
Perayaan Kemenangan Jokowi Tak Akan Semeriah 2014
Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin di gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6/2019). - Antara/Puspa Perwitasari
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan merayakan kemenangan di Pilpres 2019 sebagai bentuk rasa syukur.
Meski demikian, dia memberi isyarat bahwa selebrasi kemenangan tidak akan semeriah kala Jokowi-Jusuf Kalla terpilih sebagai Presiden-Wapres 2014-2019.
Advertisement
"Selebrasi sebagai ungkapan syukur tentu saja hal yang wajar untuk dilakukan mengingat kampanye sudah berlangsung begitu lama. Namun, tidak berlebihan," katanya, Senin (1/7/2019).
Hal yang sama, katanya, juga diterapkan oleh PDIP. Meski menang pemilihan legislatif dua kali, Hasto mengatakan partai berlambang banteng tersebut tidak akan melakukan euforia politik berlebihan dengan melakukan selebrasi.
Justru, PDIP akan melakukan evaluasi agar ke depan bisa lebih baik dalam perolehan suara dalan Pemilu.
Lantaran tak ada kegiatan selebrasi besar-besaran, Sekjen Tim Kampanye Nasional (TKN) tersebut mengatakan Jokowi-Ma'ruf Amin akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada enam bulan pertama setelah dilantik sebagai Presiden-Wapres.
"Fokus pembangunan SDM pada etika, mentalitas, dan semangat juang," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya akan tancap gas untuk bekerja.
"Negara ini memerlukan kerja keras kita semuanya tanpa kecuali. Besok kita langsung kerja," katanya ketika memberikan keterangan resmi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (30/6/2019).
Menurutnya, tahapan pemilihan umum mulai dari legislatif hingga presiden sudah berlangsung cukup lama yakni sekitar 10 bulan dan semua orang bergelut dengan urusan politik dalam waktu yang lama.
Sudah saatnya, lanjutnya, masyarakat untuk mulai bekerja kembali membangun Indonesia supaya lebih maju dan sejajar dengan negara-negara lain. Tak hanya itu, dia juga meminta masyarakat untuk melupakan 01 dan 02 serta kembali merajut persatuan bangsa.
"Terakhir, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melupakan perbedaan pilihan politik yang sempat membelah kita, 02 dan 01. Kita harus bersatu kembali menjadi Indonesia, negeri Pancasila yang mempersatukan kita semuanya," tekannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
Advertisement
Gerbang Tol Purwomartani Hanya Untuk Akses Masuk, Pemudik Bisa Keluar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Heeseung Keluar dari ENHYPEN, Siap Rintis Karier Solo
- Sempat Longsor Tiga Kali, Jalur Clongop Gunungkidul Kembali Dibuka
- Jusuf Kalla Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Arab Saudi
- Jadwal Buka Puasa di Jogja 10 Maret 2026, Magrib 17.58 WIB
- Fungsikan Tol Purwomartani-Prambanan 16-29 Maret, Ini Aturannya
- Viral Kapal Tanker Mandeg di Lepas Pantai Selatan Kulonprogo
- PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai OTT KPK
Advertisement
Advertisement








