Sikap Trump tentang China Dikritik Akademisi dan Diplomat Senior

Presiden AS Donald Trump berjalan ke Air Force One ketika ia meninggalkan Washington untuk melakukan perjalanan ke KTT G20 di Osaka, Jepang dari Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS, 26 Juni 2019. - Reuters
01 Juli 2019 05:47 WIB Kahfi News Share :

Haria jogja.com, JAKARTA - Sejumlah spesialis Asia, termasuk mantan diplomat AS dan perwira militer, ingin Presiden Donald Trump memikirkan kembali kebijakan yang memperlakukan China sebagai musuh.

Dikutip dari Reuters, Minggu (30/6/2019),  peringatan itu disampaikan melalui surat terbuka yang tersingkap oleh media. Mereka memperingatkan pendekatan Trump dapat mengganggu kepentingan AS dan ekonomi global.

Draf surat itu muncul ketika ketegangan meningkat antara dua ekonomi terbesar di dunia karena sejumlah masalah. Kink perang dagang menjerat kedua pihak saling balas tarif impor bernilai miliaran dolar.

Apalagi keduanya sudah mulai menuding, antara lain tuduhan AS atas spionase besar-besaran Tiongkok. Selain itu terdapat pula tudingan  program modernisasi militer Tiongkok yang mengancam  AS di Pasifik Barat.

Amerika Serikat dan China, yang bertemu pada hari Sabtu di sela-sela KTT G20 di Jepang, sepakat untuk memulai kembali pembicaraan untuk mengakhiri pertempuran perdagangan.

"Meskipun kami sangat terganggu dengan perilaku Beijing baru-baru ini, kami juga percaya bahwa banyak tindakan AS berkontribusi pada penurunan hubungan," kata rancangan surat terbuka untuk Trump dan Kongres yang ditandatangani oleh sekitar 80 pakar.

"Kami menolak upaya untuk memperlakukan China sebagai musuh dan memisahkannya dari ekonomi global akan merusak peran dan reputasi internasional Amerika dan merusak kepentingan ekonomi semua negara, ” pernyataan dalam surat tersebut.

Mereka juga menganggap ketakutan Trump tak berdasar. "Ketakutan A.S. bahwa Beijing akan menggantikan A.S. karena pemimpin global dibesar-besarkan."

Tidak jelas kapan versi final surat itu akan dirilis. Sebuah catatan penutup yang menyertai rancangan itu mengatakan lebih banyak tanda tangan sedang diminta, dan versi finalnya akan diserahkan ke sebuah surat kabar besar.

Rancangan surat terbuka berisi "Tujuh Proposisi" yang ditandatangani oleh para penandatangan mewakili pandangan kolektif mereka "tentang Tiongkok, masalah pendekatan AS ke Cina, dan elemen dasar dari kebijakan AS yang lebih efektif."

Para penandatangan termasuk Susan Thornton, mantan diplomat top untuk urusan Asia Timur, dan J. Stapleton Roy, mantan duta besar AS untuk Beijing.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia