Dengar Hakim MK di Sidang Putusan Sengketa Pilpres, Tim Hukum Prabowo Bernyanyi Dunia Panggung Sandiwara

Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman (ketiga kanan) bersama hakim konstitusi lainnya memimpin sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
27 Juni 2019 20:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Sidang putusan sengketa pilpres yang tengah berjalan dikomentasi kubu capres Prabowo Subianto sebagai panggung sandiwara.

Anggota tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah, menilai Mahkamah Konstitusi sedang membuat perangkap-perangkap untuk menepis semua dalil yang diajukan mereka.

"Misalnya dengan menyebut ini bukan kewenangan Mahkamah, ada juga menyebut dalil tidak bisa membuktikan relevansi dengan perolehan suara, ada juga menyebut sudah diputuskan Badan Pengawas Pemilu," ujar Nasrullah, saat jeda sidang putusan MK di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Semua pernyataan-pernyataan itu diibaratkan perangkap oleh Nasrullah. Ia mengibaratkan itu semua bagai bait lagu dari Ahmad Albar.

"Dunia ini panggung sandiwara, lagunya mudah ditebak," kata Nasrullah sambil sedikit mengubah lirik bait terkenal dari sang vokalis God Bless itu.

Namun, Nasrullah menolak menyebut Mahkamah Konstitusi tidak netral dalam memutuskan perkara karena itu berarti telah menghina lembaga peradilan.

"Kalau saya bilang begitu (tidak netral), berarti kami contempt of court (penghinaan terhadap lembaga peradilan). Tapi saya yakin rakyat tidak tuli dan mendengar putusan itu," ujar Nasrullah.

Nasrullah juga menyinggung perkara Kyai Ma'ruf yang belum disebut dalam putusan hakim MK sama sekali. "Belum disinggung, yang disinggung baru perkara kualitatif," ujar Nasrullah.

Sumber : Antara