Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Partai-partai koalisi pengusung Prabowo Subianto Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, bersepakat menamakan blok politik mereka sebagai Koalisi Indonesia Adil Makmur. /Suara.com-Muhamad Yasir
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu capres Prabowo Subianto kini perlahan ditinggalkan partai koalisinya.
Juru Bicara Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin, Razman Arif Nasution menganggap partai koalisi pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, yakni Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tinggal dihuni oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Razman menganggap dua partai pendukung lainnya yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat sudah menyeberang ke kubunya. Razman mengungkapkan berpindah haluannya PAN dan Partai Demokrat sudah diketahui oleh khalayak.
Razman mencontohkan dengan kehadiran Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bersilahturahmi dengan Jokowi di Istana Negara. Selain AHY, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga dianggap Razman berperilaku sama dengan Partai Demokrat.
"Maka, kalau kami menganggap sekarang, kubu 02 itu sebetulnya tinggal dua, yaitu PKS dengan Gerindra, dan itu sah-sah saja," ungkap Razman dalam diskusi bertajuk "Sidang MK dan Kita" di D\'Consulate Resto, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2019).
Akan tetapi, Razman menyarankan kepada PAN dan Demokrat untuk tetap berada di Koalisi Indonesia Adil dan Makmur sampai putusan sidang gugatan hasil Pilpres 2019 dilaksanakan. Ia menyoroti soal etika politik yang tetap harus dijaga oleh kedua parpol tersebut, walaupun ia meyakini jika hati dari PAN dan Demokrat sudah hilang di kubu Prabowo - Sandiaga.
"Walaupun kita tahu nanti, pada akhirnya ini akan kembali seperti kemarin, tinggal dua, (yaitu) PKS dengan Gerindra," ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Hendarsam Marantuko memastikan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur masih solid. Meski begitu, ia tidak menangkis apabila ada isu parpol yang mulai melangkah ke kubu sebelah.
"Pada prinsipnya kita masih satu koalisi. Kalau ada yang mulai genit-genit, ya, itu monggo. Tapi secara formal kami masih satu koalisi," kata Hendarsam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.