Pilpres 2019 Turunkan Penjualan Celana Dalam, Ini Penyebabnya

Repro kotak suara dan iklan celana dalam - JIBI/Bisnis.com
19 Juni 2019 20:27 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pilpres 2019 yang bermuara pada sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) berdampak negatif pada penjualan pakaian dalam.

PT Ricky Putra Globalindo Tbk. (RICY) yang dikenal dengan merek pakaian dalam pria di Indonesia GT Man, mencatatkan penurunan penjualan pada awal tahun ini.

Direktur PT Ricky Putra Globalindo Tbk., Tirta Heru Citra mengakui, cukup banyak pedagang yang takut berdagang karena Pemilu. Namun, seusai pemilu, Ricky Putra Globalindo mencatatkan adanya tanda-tanda kenaikan.

“Pada pemilu pasar lagi kurang baik, karena pada takut dagang, tetapi pada April sudah ada tanda-tanda kenaikan. Kami yakin bisa capai taget hingga akhir tahun,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Dia mengungkapkan, pereroan tak hanya menjual produk untuk pria tetapi ada juga GT Ladies dan GT Kids. Selain itu, emiten bersandi saham RICY juga memproduksi kaus kaki.

Perlu diketahui, GT Man (underwear) menguasai pangsa pasar hingga 42 persen di dalam negeri, untuk GT Man (under shirt) menguasai sekitar 25 persen di dalam negeri dan GT Kids (underwear) yang menjual pakaian dalam anak laki-laki memiliki pangsa pasar sebanyak 24 persen di domestik.

Dia juga tak menampik, persaingan penjualan pakaian dalam di dalam negeri semakin ketat. Persaingan juga datang dari produk-produk impor, asal China.

Kini dia mengharapkan, kondisi politik di dalam negeri tetap kondusif sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia