Tertipu Investasi Semut Rangrang, Kapolsek: Kok Ya Podo Gelem ...

Gudang CV Mitra Sukses Bersama (MSB) di Dusun Kroyo, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, yang sudah ditutup sejak pertengahan Mei lalu. Foto diambil Rabu (12/6 - 2019). (Solopos/M Khodiq Duhri)
14 Juni 2019 15:17 WIB Moh Khodiq Duhri News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN--Kapolsek Sidoharjo, Sragen, Iptu Zainal Arifin, mengaku heran mengapa banyak orang yang tergiur dengan investasi semut rangrang.

Ia mengaku sudah mengetahui masalah investasi semut rangrang setelah kantor dan gudang CV Mitra Sejahtera Bersama (MSB) ditutup pada awal Mei 2019 lalu. Meski demikian, sampai saat ini belum ada mitra CV MSB yang melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

“Kabarnya memang banyak banget yang ikut investasi ini. Yang saya heran, kok ya podo gelem [pada mau] investasi semacam itu. Sekarang kami masih mendalami perkara ini. Kami akan cari penanggung jawab CV itu untuk mempertanyakan problem yang dihadapi bagaimana. Kami diperlukan, kami akan memediasi mitra dengan perusahaannya,” terang Zainal Arifin kepada Solopos.com, Rabu (12/6/2019).

Ribuan warga yang berinvestasi di bidang ternak semut rangrang dibuat kelabakan oleh tutupnya kantor dan gudang CV Mitra Sukses Bersama (MSB) yang berlokasi di Sidoharjo Sragen sejak pertengahan Mei 2019 lalu.

CV MSB sudah tidak lagi memakai gedung yang berlokasi di Pungkruk, Desa/Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Gedung dua lantai itu kini sudah dipakai oleh perusahaan dengan nama lain. Sedangkan di dua gudang CV MSB yang berada di Dusun Kroya, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, sudah tidak ada aktivitas sama sekali.

Tutupnya CV MSB membuat puluhan ribu investor yang tersebar di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur meradang. Jika dikalkulasi, total investasi yang dikelola CV MSB bisa menyentuh ratusan miliar rupiah.

Sebagian investor mendadak sakit setelah mengetahui kantor dan gudang CV MSB yang berpusat di Sragen itu tutup. Bahkan di Karanganyar ada investor yang memilih mengakhiri hidupnya karena frustasi setelah investasi yang ia tanam tidak membuahkan hasil.

“Sampai saat ini belum ada yang lapor polisi karena masih berharap uang mereka bisa kembali,” papar Subandi, 40, investor yang dulunya juga merupakan koordinator mitra para peternak semut rangrang untuk CV MSB.

Sementara itu, Sugiyono selalu penanggung jawab CV MSB belum bisa dimintai keterangan terkait tutupnya perusahaan yang dikelolanya. Yang bersangkutan tidak mengangkat telepon dari Solopos.com. Pesan pendek yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp (WA) juga tidak terbalas.

Namun belakangan beredar broadcast via pesan suara Whats App (WA) berisi pernyataan pemilik CV Mitra Sejahtera Bersama (MSB), Sugiyono, yang ditujukan kepada semua mitra kerjanya, Kamis (13/6/2019). Kepada Solopos.com, sejumlah mitra sudah membenarkan bahwa itu adalah suara dari Sugiyono.

Dalam pesan suara itu, Sugiyono menganggap pemberitaan miring seputar investasi semut rangrang tersebut terjadi karena ada pihak yang tidak senang lantaran pernah dikecewakan CV MSB. Dia juga membantah bila semua semut rangrang hasil panen dimusnahkan dengan cairan kimia.

Sumber : Solopos.com