Advertisement
BTNGM Berduka, Pendaki Kaltim Meninggal di Gunung Merbabu
Sejumlah pendaki menikmati Puncak Gunung Merbabu, Kenteng Songo yang memiliki ketinggian 3.142 mdpl, Boyolali, Sabtu (16/8/2015). - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang pendaki asal Kalimantan Timur yang tersambar petir saat pendakian, Kamis (25/12/2025) malam.
Korban adalah Mella Irawanti Kusuma (22), warga Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Insiden tragis tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan puncak Merbabu. Setelah melalui proses yang menantang, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Muntilan.
Advertisement
BACA JUGA
Dalam pernyataan resminya pada Jumat (26/12/2025), pihak BTNGM juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang membantu proses evakuasi. Tim gabungan tersebut terdiri dari KTH Suwanting Indah, Polsek dan Koramil Sawangan, Pemerintah Desa Banyuroto, Basarnas, Damkar, BPBD Kabupaten Magelang, tim medis, serta para relawan.
Berdasarkan data kronologi yang dirilis BTNGM, laporan mengenai adanya pendaki yang tersambar petir pertama kali diterima oleh petugas piket pada Kamis sore sekitar pukul 16.01 WIB.
Merespons laporan tersebut, tim evakuasi segera bergerak menuju titik lokasi kejadian. Petugas berhasil mencapai posisi korban di koordinat HM Pal 26-2 pada pukul 18.14 WIB. Jenazah kemudian langsung dibawa turun menuju RSUD Muntilan untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Pihak rumah sakit telah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di kampung halamannya di Nganjuk, Jawa Timur.
Menyusul insiden ini, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mengeluarkan imbauan tegas bagi para pendaki yang hendak melakukan aktivitas di pengujung tahun. Para pendaki diminta untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan mewaspadai perubahan cuaca yang sangat dinamis di pegunungan.
“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendakian, dan beraktivitas dengan penuh kewaspadaan,” tulis BTNGM dalam pernyataan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola terus melakukan pemantauan kondisi cuaca di seluruh jalur pendakian guna memastikan keamanan para pengunjung lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement








