Advertisement
Puluhan Rumah Rusak, Polisi Tangani Dampak Puting Beliung Pati
Aparat Kepolisian Resor Kota Pati, Jawa Tengah, terjun langsung ke lokasi terdampak bencana puting beliung di Desa Gebang Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, karena mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak, Jumat (26/12/2025). (ANTARA - HO/Polres Kudus.)
Advertisement
Harianjogja.com, PATI—Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati menerjunkan personel untuk membantu penanganan dampak bencana puting beliung yang melanda Desa Gebang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bencana alam ini menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
"Puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Berdasarkan data terbaru yang telah diverifikasi di lapangan, tercatat 56 rumah terdampak dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp71 juta, sementara korban jiwa nihil," kata Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gabus AKP Daffid Paradhi di Pati, Jumat (26/12/2026).
Advertisement
Ia mengungkapkan angin kencang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung singkat, namun memiliki daya rusak cukup kuat hingga menyebabkan genting rumah warga beterbangan dan sejumlah atap melorot.
Sebagai langkah cepat penanganan darurat, kata dia, personel Polsek Gabus bersama Koramil Gabus serta tim Siaga Bencana Bhayangkara yang dipimpin Pamapta Polresta Pati langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
BACA JUGA
Aparat bahu-membahu membantu warga melakukan perbaikan sementara dengan memasang kembali genting yang melorot agar rumah tetap aman untuk dihuni.
Selain membantu secara fisik, aparat juga melakukan pemantauan situasi guna memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif pascabencana. Kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi bentuk respons cepat negara dalam menghadapi bencana alam.
Ia menegaskan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanganan bencana, terutama untuk mempercepat pemulihan di tingkat desa.
"Kami bersama TNI dan unsur terkait berupaya hadir secepat mungkin untuk membantu warga terdampak sekaligus memastikan situasi tetap aman dan terkendali," ujarnya.
Hingga saat ini, proses pendataan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada rumah warga yang terlewat serta memetakan kebutuhan pascabencana, termasuk potensi bantuan lanjutan.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan tambahan agar dapat segera ditangani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement





