Nama HTI Masih Dipakai untuk Ucapan Lebaran, Begini Reaksi Mendagri

Mendagri Tjahyo Kumolo. - JIBI
10 Juni 2019 17:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah menegaskan tidak boleh ada lagi penggunaan nama maupun simbol organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dilarang pemerintah.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ikut merespons ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah yang disampaikan organisasi kemasyarakatan terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Tjahjo pun menyesalkan, terkait adanya ucapan selamat Lebaran yang disampaikan jubir HTI, Ismail Yusanto melalui akun twitternya @ismail_yusanto. Sebab, menurutnya, pemerintah telah melarang masyarakat menggunakan nama HTI karena ormas itu resmi dibubarkan.

"Organisasinya sudah dibubarkan, ya seharusnya sudah tidak boleh menggunakan nama organisasi (terlarang) tersebut," ujar Tjahjo di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Meski melarang adanya penggunaan nama HTI itu, Tjahjo menyebut tidak ada sanksi yang bakal dikenakan terkait ucapan Selamat Idul Fitri tersebut.

"Soal sanksi ya enggak ada," kata dia.

Lebih lanjut, Tjahjo mengaklaim, pemerintah terus mengawasi agar tidak ada lagi penggunaan simbol HTI.

"Ya kita mengawasi jangan sampai ada papan nama, menggunakan simbol-simbol nama HTI, ya itu saja," tandasnya.

Sebelumnya, Jubir HTI M Ismail Yusanto menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri atas nama ormasnya.

"Atas nama keluarga besar HTI, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1440 H. Semoga Ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan kita tergolong orang-bertakwa. Mohon maaf atas segala khilaf," tulis Ismail melalui akun Twitter pribadinya.

Sumber : Suara.com