Trase di DIY Belum Rampung, Proyek Tol Jogja-Solo Dimulai dari Jawa Tengah

Kendaraan yang didominasi pemudik melintas di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo Km 443, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6/2019). Pada H3 arus balik Lebaran 2019 pada siang hari, volume kendaraan dari arah Solo dan Jawa Timur yang akan menuju Jakarta melalui Semarang di jalur tol tersebut terpantau padat. - Antara/Aji Styawan
10 Juni 2019 06:47 WIB Yudi Supriyanto News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG — Pemerintah berencana membuat proyek tol Jogja - Solo menjadi dua paket jalan sembari menyelesaikan trase di DIY yang masih dalam proses.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengungkapkan, pihaknya akan memulai proyek pembangunan jalan tol Solo – Jogja yang berada di Jawa Tengah terlebih dahulu sambil menyelesaikan desain trase yang di wilayah DIY.

Lelang pengerjaan proyek jalan tol Solo-Jogja yang berada di bagian Jawa Tengah, ujarnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Solo-Jogja kita bikin dua, kelihatannya dua paket ya. Yang kita mulai dulu yang di Jawa Tengah sambil kita memfinalkan desain trase yang di Jogja” kata Basuki di Semarang, belum lama ini.

Saat ini, dia menjelaskan, dirinya meminta proyek jalan tol Solo-Jogja yang berada di DIY tidak terlalu banyak membebaskan lahan mengingat lahan yang ada di daerah tersebut tidak banyak.

Oleh karena itu, lanjutnya, dicari trase yang paling optimal terkait dengan proyek tersebut. Selain itu, tambahnya terdapat beberapa ruas yang juga akan dibangun melayang atau elevated agar tidak terlalu banyak membebaskan lahan.

“Lahan di Jogja ini kan kecil. Jadi, saya sendiri minta jangan sampai terlalu banyak membebaskan lahan. Jadi, kita bikin seminimal mungkin karena makin besar pembebasan lahan makin mengurangi lahan di Jogja,” katanya.

Pembangunan jalan secara melayang akan membuat biaya pembangunannya semakin besar dibandingkan dengan pembangunan secara at grade.

Basuki menuturkan, biaya pembangunan yang dibutuhkan untuk membangun jalan elevated bisa lebih besar sekitar 1,5 kali dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan di atas tanah atau at grade.

Saat ini, paparnya besaran pasti biaya yang dibutuhkan untuk membangun jalan yang akan dibangun secara melayang masih dalam penghitungan. “[Biaya] Malah naik karena harus elevated, enggak apa-apa. Itu trade off-nya,” katanya.

Dia menuturkan, panjang jalan yang akan dibangun secara melayang sudah ada. Akan tetapi, lanjutnya belum difinalkan karena masih dalam pembahasan, dan mudah-mudahan dapat diselesaikan setelah lebaran tahun ini.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, mengungkapkan dua paket pembangunan tol Solo – Jogja tersebut terdiri dari Solo – Prambanan yang masuk dalam wilayah Jawa Tengah dan Jogja – Prambanan yang berada di wilayah DIY.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia