Advertisement
Ini Kebijakan Terbaru Google soal Aplikasi Penjualan Ganja di Play Store..
Logo Google - Bloomberg/Ore Huiying
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Google secara resmi melarang aplikasi fasilitas jual beli ganja dan produk terkait berada dalam layanan aplikasinya. Larangan ini merupakan pembaharuan kebijakan Google yang dikenalkan pada Rabu (29/5/2019) waktu setempat. Para pengembang aplikasi diberi waktu 30 hari semenjak kebijakan diluncurkan hari ini.
"Pengembang hanya perlu memindahkan opsi keranjang belanja mereka di luar aplikasi untuk mematuhi kebijakan baru," kata juru bicara Google seperti dilansir Reuters, Kamis (30/5/2019).
Advertisement
Google disebutkan akan bekerja sama penuh agar para pengembang selama proses penyesuaian tidak kehilangan pelanggannya.
Meski begitu, para pengembang yang memfasilitasi penjualan ganja ini mengaku kecewa dengan kebijakan terbaru Google.
BACA JUGA
"Keputusan Google adalah perkembangan yang mengecewakan yang hanya membantu pasar ilegal berkembang, tetapi kami yakin bahwa Google, Apple dan Facebook pada akhirnya akan melakukan hal yang benar," kata juru bicara Eaze, salah satu aplikasi pengiriman ganja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Xiaomi-BYD Dominasi Otomotif 2025, Porsche Keluar 10 Besar
- Jadwal dan Tarif DAMRI Jogja Semarang PP, 8 Januari 2026
- Ze Valente Akui Masih Punya Ikatan Emosional dengan PSS Sleman
- Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Popsivo vs Medan, Bhayangkara Main
- Suzuki Gandeng Capcom, Hadirkan DR-Z4S Monster Hunter Edition
- Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 8 Januari 2026
- Akuisisi AI Manus oleh Meta Disorot, China Evaluasi Kontrol Ekspor
Advertisement
Advertisement





