Fadli Zon Tak Ingin Ada Kesepakatan Politik dalam Pertemuan Jokowi-Prabowo

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri), Ketua KPU Arief Budiman (tengah) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
29 Mei 2019 18:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Usulan pertemuan Jokowi dengan Prabowo dilakukan sebelum hari raya Idulfitri mendapatkan reposn positif. Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Fadli Zon tidak mempermasalahkannya.

Namun, ia tidak ingin apabila pertemuan itu malah dimanfaatkan untuk memutuskan satu kesepakatan politik.

Fadli tidak mempermasalahkan jika ada niatan silahturahmi di balik pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo pasca Pemilu 2019. Namun, ia tidak ingin kemudian pertemuan tersebut malah dijadikan untuk membicarakan terkait dengan proses pemilu.

"Jangan kita mau dikompromikan antara yang hitam dengan yang putih air dengan minyak tapi kalau silaturahmi ya silaturahmi," kata Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Rabu (29/5/2019).

Meskipun begitu, Fadli belum bisa satu suara dengan Sandiaga yang memberikan usulan agar Prabowo dan Jokowi dapat bertemu sebelum lebaran. Hal itu diungkapkannya lantaran melihat hal yang lebih penting yaitu soal adanya kecurangan dan ketidakadilan selama Pemilu 2019 berlangsung.

Terlebih saat ini pihaknya akan memulai pertarungan di Mahkamah Konstitusi untuk menggugat sengketa Pilpres 2019.

"Belum tahu kita lihat saja perjalananya dinamikanya seperti apa," ujarnya.

"Saya kira yang paling penting sekarang ini masyarakat itu merasa tidak puas sebagian masyarakat hasil dari pemilu karena dipenuhi dengan kecurangan bukti-buktinya juga cukup banyak dan bukti-bukti itu sedang diuji nanti di MK," tandasnya.

Sumber : Suara.com