Lebaran, Ribuan Personel SAR Siaga di Objek Wisata

Objek wisata Pantai Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Minggu (6/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
29 Mei 2019 13:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Ribuan personel Badan SAR Nasional akan disiagakan di sejumlah objek-objek wisata yang biasa ramai pengunjung saat libur Lebaran serta wilayah-wilayah strategis, seperti pelabuhan, bandara dan terminal.

"Personel yang terlibat sejumlah 3.500 orang, termasuk dari TNI dan Polri di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," tutur Kepala Basarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di Silang Monas, Jakarta, Selasa (29/5/2019).

Seluruh personel tersebut siaga mulai 28 Mei-13 Juni 2019 di 38 kantor SAR, 77 pos SAR dan 354 posko Lebaran yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk jalur mudik yang menjadi prioritas utama adalah jalur-jalur di Sumatera.

Selain personel, sejumlah peralatan utama yang dimiliki Basarnas untuk darat, laut dan udara disiapkan, di antaranya empat helikopter disiagakan di wilayah Trans Sumatera, Pantura-Pantusel, Jakarta-Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

"Intinya kami siap, namun imbauan dan harapan kami semoga tidak ada masalah dan tidak ada bencana mau pun kecelakaan," ucap Bagus Puruhito.

Dalam kesempatan sama, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan pemudik untuk merencanakan keberangkatan mudik dan balik serta menjaga kesehatan saat melakukan perjalanan.

"Betul infrastruktur sudah baik, jalan tol begitu bagusnya, tetapi jangan lupa pengemudi juga harus baik, dan penumpangnya. Kita harus jaga kesehatan," kata dia.

Nila mengingatkan pengemudi tidak memaksakan diri saat mengantuk dan lebih baik memilih beristirahat di rest area, apalagi terdapat posko kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan.

"Kami punya titik kesehatan 6.047 ada di rest area dan puskesmas buka 24 jam, begitu juga rumah sakit. Kami tidak mengharapkan ada pasien masuk. Kami harap semua selamat dan gembira bersama keluarga," kata dia.

Sumber : Antara