Ambulans Partai Gerindra Berisi Batu di Aksi 22 Mei, Fadli Zon: Tim Medis Disuruh Keluar

Petugas menunjuk ambulans yang diduga disalahgunakan untuk membawa batu dalam kericuhan aksi 22 Mei. Ambulans tersebut menjadi alat bukti dan berada di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5/2019). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
27 Mei 2019 20:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menduga ada rekayasa dalam persoalan ambulans Partai Gerindra yang ketahuan membawa batu dan senjata tajam saat kerusuhan 22 Mei.

Pasalnya, kata Fadli, tim medis yang berada dalam ambulans tersebut sempat diminta untuk keluar dari mobil oleh aparat keamanan, sebelum ditangkap.

Fadli mengatakan, ambulans yang diketahui berisi batu saat kerusuhan di depan kantor Bawaslu itu berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Menurut Fadli, ambulans DPC Partai Gerindra Tasikmalaya itu tertinggal dari rombongan tiga ambulans lain dan dihentikan oleh polisi.

“Ambulans ini kan ada yang tertinggal begitu ya, ambulans dari Tasikmalaya ini kemudian dihentikan oleh aparat,” ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

Setelah dihentikan, kader Gerindra dalam ambulans tersebut diperlakukan tidak baik oleh aparat. Tim medis dalam ambulans itu juga diminta untuk keluar.

Setelah itu, menurut Fadli, ambulans itu didadapati sudah berisi batu, senjata tajam, uang dan logistik lainnya.

“Mereka diperlakukan  kurang bersahabat, padahal mereka ini tim medis. Nah, menurut keterangan teman-teman, dihentikanlah ambulans itu, kemudian para penumpangnya disuruh keluar. Kemudian ada batu di dalamnya,” kata Fadli.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyebarkan video detik-detik ambulans milik Partai Gerindra memberikan uang ke para pendemo kerusuhan 22 Meidi kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Tepatnya di depan kantor Bawaslu RI.

Rekaman video itu diambil dari CCTV Bali Tower. Tampak kerumuman massa berbaju putih berkumpul mengitari mobil putih belogo Gerindra itu.

“22 Mei 2019, pukul 01.57 WIB. Pemberian Amplop uang pada perusuh,” tulis @TMCpoldametro dalam instastorynya, Sabtu (25/5/2019).

Sumber : Suara.com