Advertisement
Warga Binaan Lapas Dilatih Membuat Kerajinan Kayu
Aneka produk kerajinan dari bahan limbah akar kayu jati. - Bisnis/Ema Sukarelawanto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian menyasar warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) untuk menjadi peserta bimbingan teknis tentang pembuatan kerajinan kayu.
Hal itu dilakukan agar upaya menumbuhkan wirausaha baru khususnya di sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) semakin masif.
Advertisement
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara menyebut Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia berperan penting menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Kemenperin melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta. Sinergi ini dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkembangkan pelaku IKM.
BACA JUGA
Wujud dari kerja sama itu hadir melalui penyelenggaraan bimbingan teknis tentang pembuatan kerajinan kayu kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA di Pontianak, Kalimantan Barat. Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut yang telah dilaksanakan selama enam hari pada 13 sampai 18 Mei lalu.
“Materi bimtek dari BBKB memang berbeda dari lembaga pelatihan atau perseorangan profesional pada umumnya, keunggulan bimtek dari BBKB adalah materi yang berbasis litbang,” kata Ngakan Timur Antara, dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/5/2019).
Ngakan berharap bimtek dapat menghasilkan inovasi produk kerajinan yang mampu berdaya saing. Salah seorang instruktur kegiatan bimtek pembuatan kerajinan kayu yang juga peneliti BBKB Edi Eskak mengatakan hasil litbang BBKB memang disiapkan agar bisa diterapkan oleh semua kalangan, termasuk bagi binaan.
“Dengan bekal keterampilan tersebut, nantinya warga binaan ketika kembali ke masyarakat dapat bekerja menjadi wirausaha mandiri maupun bekerja di perusahaan, karena juga mendapat sertifikat kelulusan bimtek dari Ditjen IKMA Kemenperin,” kata Edi.
Produk kerajinan nasioal berkontribusi pada ekspor nasional mencapai US$1,2 miliar sepanjang 2018. Jumlahnya meloncat empat kali lipat dari kinerja ekspor produk kerajinan nasional senilai US$300 juta pada 1999.
Negara tujuan utama ekspor produk kerajinan nasional, antara lain ke Amerika Serikat, Jepang, Belanda dan Inggris. Kemenperin menargetkan ekspor produk kerajinan Indonesia dapat meningkat hingga 9 persen pada tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
- Antrean Truk di Ketapang Mengular 12 Jam, Sopir Keluhkan Layanan
Advertisement
Bantul Siapkan Uji Coba Parkir Digital di 27 Titik, Bayar Pakai QRIS
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
- Ansyari Lubis Minta PSS Sleman Tampil Maksimal Lawan Kendal Tornado
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
Advertisement
Advertisement







