Ambulans Partai Dipakai Mengangkut Batu saat Kerusuhan, Gerindra Lakukan Investigasi

Warga berhadapan dengan sejumlah petugas kepolisian saat kerusuhan di Jalan Brigjen Katamso, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
23 Mei 2019 15:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Partai Gerindra mengklaim tak mengetahui mobil ambulans partai digunakan untuk mengangkut batu saat rusuh Jakarta.

Polda Metro Jaya menyita satu unit mobil ambulans berlogo Partai Gerindra saat kerusuhan 22 Mei di Jakarta. Terkait itu, DPP Partai Gerindra langsung melakukan investigasi terkait penggunaan ambulans yang ditemukan berisikan batu-batu dan juga sejumlah amplop berisikan uang.

Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, tim advokasi DPP Gerindra akan menemui sopir pembawa ambulans yang ditangkap pihak kepolisian untuk mendapatkan kejelasan. Hal itu dilakukan karena pihak DPP Gerindra menyebut tidak mengetahui mengapa mobil ambulans tersebut bisa digunakan di luar fungsinya.

"Terus terang kami tidak tahu kenapa mereka ada di sana, kami tidak tahu mengapa ambulans ada di sana, makanya kami ingin mengivestigasi juga," kata Andre saat dihubungi wartawan, Kamis (23/5/2019).

Meski demikian, Andre mengatakan hingga saat ini ia belum mendapatkan informasi terkait hasil investigasi yang dilakukan oleh tim advokasi.

"Jam 10 pagi tim advokasi baru akan diberikan kesempatan bertemu dengan orang yang ditahan," ujarnya.

"Sampai saat ini kami belum dapat informasi dari tim advokasi, nanti secara resmi kami mendapatkan informasi dari tim advokasi yang sudah bertemu dengan para orang yang ditahan nanti," tandasnya.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menyita satu mobil ambulans Partai Gerindra saat kerusuhan aksi 22 Mei, Rabu dini hari, karena bermuatan batu diduga akan digunakan massa untuk melempar ke arah petugas.

Rabu sore, Polda Metro Jaya akhirnya melansir ambulans yang disita tersebut adalah milik Partai Gerindra.

”Iya betul (ambulans Gerindra),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

Ia menjelaskan, mobil ambulans tersebut disita di sekitar Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

”Isinya batu-batu ya,” katanya.

Sumber : Suara.com