Jokowi Tak Akan Beri Toleransi pada Perusuh

Polisi dan warga menangkap seorang yang diduga menjadi provokator pembakaran mobil di Kompleks Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta, Rabu (22/5/2019). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
22 Mei 2019 19:47 WIB Yodie Hardiyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--- Presiden Joko Widodo menanggapi situasi pascapengumuman rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan serangkaian aksi kerusuhan, Rabu (22/5/2019).

Jokowi menyatakan tidak ada toleransi bagi mereka yang menganggu keamanan, persatuan dan demokrasi, termasuk para perusuh.

"Saya membuka diri kepada siapa pun untuk bersama-sama, untuk bekerja sama membangun negara ini, memajukan negara ini. Tetapi saya juga tidak memberikan toleransi kepada siapa pun juga yang akan menganggu keamanan, yang akan menganggu proses demokrasi dan persatuan negara yang kita cintai ini, terutama perusuh-perusuh," kata Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Jokowi menyatakan pemerintah tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak Indonesia. Jokowi menyatakan bahwa tidak ada pilihan selain TNI dan Polri akan menindak tegas para perusuh sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Ini adalah bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, penuh kasih sayang untuk kita semua saling menghormati, saling menghargai dan kewajiban kita juga sebagai umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, berbuat baik," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sebelum menyampaikan konferensi pers, mereka tampak berkumpul di satu meja di Istana Merdeka.

Sumber : Bisnis.com