Ada Aksi 22 Mei, Budi Karya Minta Pengamanan di Bandara, Stasiun, dan Pelabuhan Diperketat

Ilustrasi - nggota kepolisian satuan Anjing pelacak mengarahkan anjing pelacak di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumsel, Jumat (23/6). - Antara/Feny Selly
22 Mei 2019 11:57 WIB Sri Mas Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Melihat suhu politik yang memanas akhir-akhir ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan agar pengamanan di bandara, terminal, stasiun, dan pelabuhan diperketat.

Dia mengatakan briefing pengamanan perlu dilakukan untuk menangkal ancaman teroris. Bila diperlukan, kekuatan pengamanan harus ditambah.

"Terutama di bandara-bandara, lakukan sweeping di pintu masuk," katanya dalam rapat koordinasi finalisasi kesiapan angkutan Lebaran 2019 di Kementerian Perhubungan, Selasa (21/5/2019).

Menhub meminta agar pengetatan keamanan dilaksanakan mulai hari ini.  "Karena kesiagaan kita, membuat mereka tidak sembarangan," katanya.

Seperti diketahui, warga dari luar DKI Jakarta sejak kemarin berduyun-duyun menuju Ibu Kota untuk melakukan aksi menolak hasil Pemilu 2019 yang sedianya akan diumumkan oleh KPU hari ini, Rabu (22/5/2019).

Namun, KPU pada Selasa (21/5/2019) dini hari mengumumkan hasil rekapitulasi suara yang menunjukkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 85,6 juta suara atau 55,5%, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 68,7 juta suara atau 44,5%.

Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir, Densus 88 menangkap sejumlah terduga teroris di beberapa daerah.

Sumber : Bisnis.com/Solopos.com