Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA – Salah seorang terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat disebut polisi pernah berprestasi di tingkat nasional.
YM alias Kausar, anak didik dari pimpinan atau amir kelompok terorisme Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi, EY, ternyata atlet karate berprestasi di tingkat nasional, sebelum terpapar paham radikalisme.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, YM yang saat ini masih berusia 18 tahun merupakan lulusan SMA negeri di Bekasi. YM pertama kali direkrut dan didoktrin paham terorisme oleh EY.
"Dia baru lulus tahun kemarin dan anak ini punya prestasi di bidang olahraga khususnya karate yang sudah mencapai tingkat nasional," kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).
Bahkan, YM pernah menjadi juara kejuaraan karate nasional di Bali dan Kalimantan Selatan. Hal ini diketahui dari pengakuan orang tua YM.
"Ini kita sayangkan dan kita sesalkan karena anak-anak muda sekarang ini mudah sekali terpapar paham radikalisme," ujar Dedi.
Seperti diketahui, Densus 88 menangkap dua terduga teroris pemilik bom pipa yang ditemukan di toko handphone bernama Wanky Cell di Jln Muchtar Tabrabi, Bekasi Barat, Jawa Barat, pada Rabu (9/5/2019).
Salah satu yang tertangkap merupakan pimpinan atau amir Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi yakni EY. Sementara satu terduga teroris lagi, Kausar alias YM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.