Advertisement
Berendam 30 Menit, Wanita dengan Gangguan Jiwa Ini Gegerkan Warga
Wanita tak dikenal berendam di Kali Lunyu, Kampung Losmenan, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Rabu (8/5/2019) pagi. (Istimewa - Info Cegatan Klaten)
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN--Warga Kampung Losmenan, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, dibuat geger oleh wanita yang tak diketahui identitasnya dan diduga mengalami gangguan jiwa, Rabu (8/5/2019) pagi.
Wanita itu diketahui berendam cukup lama di Kali Lunyu, sekitar 30 menit mulai pukul 08.30 WIB. Saat itu, seorang warga yang tinggal di tepi Kali Lunyu melihat seorang wanita berendam di alur sungai yang arusnya deras.
Advertisement
Wanita itu hanya berdiam diri dan duduk bersila membiarkan seluruh tubuhnya basah kuyup. Kedalaman sungai itu sekitar 1 meter.
“Awalnya yang tahu itu justru anak-anak yang bermain. Mereka melihat wanita tersebut turun ke sungai melalui sisi jembatan,” kata salah satu warga Dirin, 70, saat ditemui wartawan di sekitar lokasi.
BACA JUGA
Dirin mengatakan wanita tersebut awalnya mengenakan jilbab. Ia lantas melepas jilbabnya setelah basah kuyup. Selama berendam, wanita itu tak mengucapkan sepatah kata pun.
Melihat aksi wanita tersebut, warga setempat berdatangan dan meneriaki wanita yang diperkirakan berumur 35 tahun itu untuk segera naik ke daratan.
“Saya sampai tiga kali mengingatkan. Warga lainnya juga memperingatkan dengan berkata 'mbak munggaho ndak masuk angin [Segera naik dari sungai karena khawatir masuk angin]',” kata Dirin menirukan teriakan warga.
Peringatan tersebut masih tak mempan untuk memperingatkan wanita tersebut segera mentas. Hingga sejumlah warga kembali meneriaki sembari mendekati lokasi tempat wanita itu berendam.
Ketika ada warga yang mengancam mengambil perhiasannya, wanita tersebut bergegas mengenakan jilbab dan naik ke darat. Dirin menjelaskan warga sudah berusaha memberikan pakaian dan mengajak wanita tersebut bercakap-cakap.
Namun, wanita itu menggelengkan kepala menolak pakaian pengganti pemberian wargadan tetap diam. Wanita tersebut lantas berjalan kaki meninggalkan lokasi dengan kondisi pakaian dan tubuhnya basah kuyup.
Dirin dan warga lainnya di sekitar lokasi mengaku selama ini tak pernah melihat aktivitas wanita tersebut di lokasi itu. Warga menduga wanita tersebut mengalami gangguan kejiwaan.
“Kami tidak tahu asalnya dari mana. Setelah itu ia berjalan ke arah selatan dan kami tidak tahu arahnya ke mana,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Duka Korban Kecelakaan KA Bekasi, Kisah Adelia dan Nurlaela
- Kecelakaan KA Bekasi Timur, Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban
- Seskab: Taksi Green SM Dievaluasi, Flyover Disiapkan
- Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak Pelajaran Mahal dari Tragedi Bekas
- RS Polri Buka Posko, Proses Identifikasi 14 Jenazah Tabrakan Kereta
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update Daftar 15 Nama Korban MD Kecelakaan KA di Bekasi Timur
- DPRD DIY Ajak Warga Ponjong Disiplin Kelola Sampah dari Rumah
- GoSend Perkuat Standar Keamanan dengan Hadirkan Kode Terima Paket
- Kartini Ride Surakarta: Touring Yamaha Classy Tiga Generasi
- Susi Pudjiastuti Jadi Komut Bank BJB, Ini Susunan Direksi Baru
- KPPU Selidiki Dugaan Monopoli TikTok Shop, Ini Duduk Perkaranya
- Prediksi Arema vs Persebaya: Agresif vs Pragmatis
Advertisement
Advertisement





