Adisutjipto dan YIA Beroperasi Bersamaan. Ini Alasannya

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi didampingi General Manager Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama melihat sejumlah fasiltas bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (17/04/2017). - Harian Jogja/Desi Suryanto
04 Mei 2019 13:47 WIB Jalu Rahman Dewantara News Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Bandara International Adisutjipto di Sleman dan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo akan sama-sama beroperasi untuk batas waktu yang belum ditentukan. Pengoperasian kedua bandara secara bersamaan bertujuan agar masyarakat memiliki banyak pilihan dalam menggunakan layanan penerbangan di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam peninjauan progres pembangunan YIA, Sabtu (4/5/2019). Ia mengatakan dalam proses pengoperasian secara bersamaan tersebut, sebagian penerbangan di Adisutjipto akan dipindahkan ke YIA.

"Nanti, Desember kita harapkan juga bisa demikian, sehingga masyarakat punya pilihan, untuk [Masyarakat] Jogja bagian timur seperti Klaten bisa menggunakan Adisutjipto, sementara masyarakat Jogja bagian barat seperti Wates, Magelang dan Purworejo bisa menggunakan bandara ini," kata Menhub, Sabtu.

Langkah ini juga bertujuan mengurangi kepadatan jadwal penerbangan di Adisucipto saat Lebaran 2019, sekaligus memudahkan aksesbilitas para turis. "Kita harapkan Lebaran yang selama ini kita cari slot ke Jogja susah, bisa akan banyak [pindah ke YIA] dan akan membantu pergerakan [penumpang] dari Jakarta ke Jawa Tengah bagian selatan," ujarnya.

Terkait pengoperasian perdana YIA, Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu mengatakan maskapai Citilink sudah pasti beroperasi di bandara tersebut pada Senin (6/5/2019). Kepastian ini muncul, karena izin slot Citilink untuk beroperasi di YIA telah disetujui Kementerian Perhubungan. Nantinya maskapai yang khas dengan warna hijau tersebut menggunakan rute Halim Perdanakusuma, Jakarta-YIA, Kulonprogo dan sebaliknya.

Selain Citilink, terdapat dua maskapai yang rencananya akan menggunakan YIA, yakni Lion Air dan Batik Air. Hanya saja keduanya masih menunggu persetujuan pengaturan slot di beberapa bandara, tapi direncanakan mulai menggunakan bandara di Kulonprogo itu pada 10 Mei mendatang.

"Nanti slot akan bertambah, karena kita berikan kebebasan kepada seluruh maskapai [beroperasi di YIA]," ucap Budi.

Budi menjelaskan untuk penerbangan internasional belum akan beroperasi dalam waktu dekat. Pasalnya masih menunggu kesiapan administrasi maskapai yang bersangkutan [Silk Air Singapura dan Air Asia Malaysia]. Proses ini memakan waktu hingga dua bulan.

"Untuk penerbangan internasional, kita tidak akan memaksa mereka [segera beroperasi di YIA], karena mereka butuh dua bulan menyiapkan dokumen," ujarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti, memperkirakan, dalam pengoperasian perdana nanti, jumlah penerbangan di YIA berkisar lima penerbangan per jam. Jumlah ini tergolong sedikit, lantaran kapasitas terminal masih terbatas.

"Karena kapasitas terninal terbatas, mungkin masih lima penerbangan per jam," ujarnya.