Ulama Zakir Naik Dituduh Melakukan Pencucian Uang dan Penyebaran Ujaran Kebencian

Zakir Naik pindah ke Malaysia pada 2017. - Foto/Facebook
03 Mei 2019 17:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MUMBAI - Lama tak terdengar kabarnya, ulama kondang Zakir Naik yang pernah melawat ke Indonesia belakangan dituduh melakukan pencucian uang.

Jaksa penuntut India menuding ulama kontroversial Zakir Naik melakukan pencucian uang.

Naik yang tinggal di pengasingan, dituduh memperoleh aset secara ilegal senilai USD28 juta atau setara Rp400 juta.

Pihak berwenang India juga menuduhnya menyebarkan ceramah kebencian dan menghasut terorisme.

Naik (53) mempromosikan ceramahnya di saluran Peace TV, yang telah dilarang di India, tetapi diperkirakan memiliki 200 juta pemirsa di seluruh dunia.

Peace TV dimiliki oleh Islamic Research Foundation, sebuah kelompok yang dipimpin oleh Naik. mengutip BBC News, Jumat (3/5/2019).

Negara-negara lain telah melarang saluran penyiaran tersebut—termasuk Bangladesh, di mana ia dituduh menginspirasi salah satu pria bersenjata di balik serangan kafe pada 2016 di Dhaka, yang menewaskan 22 orang.

Direktorat Penegakan India (ED), yang menyelidiki kejahatan keuangan, mengajukan tuntutan terhadap Naik di pengadilan di Mumbai pada Kamis (2/5/2019).

Kepada pengadilan mereka telah mengidentifikasi aset bernilai jutaan dolar sebagai hasil kejahatan.

"Ceramah-ceramah Naik telah mengilhami dan menghasut sejumlah pemuda Muslim di India untuk melakukan kegiatan yang melanggar hukum dan aksi teroris," kata badan itu.

Badan itu menuduh Naik menggunakan sumber dana yang mencurigakan untuk membeli properti di India dan membiayai acara-acara di mana ia membuat ceramah.

Naik mengatakan uang itu diperoleh secara sah.

Siapakah Zakir Naik?

Pendekatan fundamentalis Naik terhadap agama telah lama menjadi kontroversial.

Banyak pengikut al-Qaeda yang ditahan dilaporkan mengatakan kepada para pejabat bahwa ia sangat memengaruhi mereka.

Dia dilarang memasuki Inggris pada tahun 2010 karena "perilaku yang tidak dapat diterima", dan karena pidatonya, oleh sekretaris rumah, yang sekarang menjadi Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Namun pada bulan Juli 2016 ia benar-benar mendapat perhatian internasional, setelah terjadi serangan mematikan pada sebuah kafe di Dhaka.

Media Bangladesh mengklaim bahwa salah seorang pria bersenjata telah terinspirasi oleh pidato Zakir Naik. Imbasnya pemerintah Bangladesh melarang Peace TV.

Pada November 2016, lembaga kontraterorisme India mengajukan pengaduan resmi terhadap Naik, dengan menuduhnya menyebarkan kebencian terhadap agama dan kegiatan yang melanggar hukum.

Naik pindah ke Malaysia pada 2017.

Sumber : Okezone.com