Berencana Temui Ma'ruf Amin, Ijtimak Ulama Disindir Ingin Minta Jabatan

Ijtima Ulama II telah resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. - Suara.com/Agung Shandy Lesmana
02 Mei 2019 13:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Ijtimak Ulama disindir hendak mencari jabatan lantaran berencana bertemu dengan Cawapres Ma'ruf Amin.

Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnadi menyindir rencana Itijmak Ulama III untuk bertemu dengan Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin. Teddy menduga rencana tersebut memiliki maksud tertentu kepada cawapres sekaligus ulama itu.

Pernyataan itu diungkap Teddy dalam cuitannya di Twitternya @TeddyGusnaidi. Sebelumnya, ijtimak ulama digelar oleh para ulama pendukung Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto pada Rabu (1/5/2019).

"Mendekati Wakil Presiden Republik Indonesia, pasti ada maunya kan?" cuit Teddy pukul 17.04 WIB, Rabu (1/5/2019).

Cuitan Teddy itu juga ditujukan ke akun Twitter @haikal_hassan, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ustaz Haikal Hassan. Ia juga mengingatkan agar Haikal tidak meminta jabatan kepada Ma'ruf.

"Lu jangan manfaatin untuk minta jabatan ya @haikal_hassan," cuit Teddy.

Sejumlah ulama pendukung Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, menggelar Ijtimak Ulama III bersama sejumlah tokoh nasional di Hotel Lor In, Sentul, Bogor pada Rabu (1/5/2019).

Ijtimak Ulama III ini digelar guna membahas berbagai dugaan kecurangan yang diklaim mereka banyak terjadi selama Pilpres 2019.

Sumber : Suara.com