Hari Ini, Garuda Indonesia Mendarat di Kulonprogo

Landasan Bandara Internasional Yogyakarta - Ist/PT Angkasa Pura I
27 April 2019 06:17 WIB Herlambang Jati Kusumo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pesawat berbadan besar rencananya mendarat di Yogyakarta International Airport (YIA) Sabtu (27/4/2019) hari ini. Garuda Indonesia dari Jakarta akan mendarat di YIA sebagai rangkaian uji coba sebelum bandara itu resmi beroperasi secara terbatas pada Senin (29/4/2019).

Sebenarnya uji coba pendaratan dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia dilaksanakan pada Jumat (26/4/2019) kemarin tetapi diundur sehari. Pada operasional perdana pada Senin mendatang, lima penerbangan domestik dari tiga maskapai dipastikan akan mengisi jadwal operasional perdana.

Adapun untuk pemindahan semua rute penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke YIA akan dilaksanakan setelah keseluruhan proyek kelar.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, mengatakan untuk pemindahan penerbangan dari Adisutjipto ke YIA akan dilakukan saat bandara sudah selesai dibangun yaitu akhir tahun ini.

“Jadi rute baru nanti dari tiga maskapai yaitu Citylink atau Garuda Group, kemudian Air Asia Indonesia dan Lion air.  Adapun rute baru nantinya setidaknya lima. Jakarta dua, kemudian Bali, Balikpapan dan Batam. Namun ini masih menunggu [izin] Kementerian,” ucapnya.

Beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA), dinilai akan mendongkrak kunjungan pariwisata. Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), DIY, Udhi Sudiyanto mengungkapkan organisasinya menanggapi possitif adanya YIA ini. Bandara menjadi salah satu aksesbilitas yang paling utama.

“Harapannya dengan YIA ini nanti banyak pesawat yang berbadan besar yang direct flight, dari negara ASEAN khususnya atau Middle East [Timur Tengah], dan Eropa,” ucap Udhi, Jumat (26/4/2019).

Menurutnya keberadaan YIA membuat potensi wisata di Jogja akan berkembang lagi. Orang Eropa, kata Udhi, sangat menyukai budaya Jogja dan aktivitas atau kreasi masyarakatnya. Kemudian untuk wisatawan asal Timur Tengah banyak suka dengan peninggalan sejarah Islam seperti di Kotagede, kemudian tidak jauh dari Jogja ada di Demak dan Kudus.

Untuk negara-negara ASEAN seperti Kamboja, Myanmar dan Thailand, objek wisata Borobudur menjadi magnet untuk masuk ke Jogja. Lalu untuk wisatawan Singapura dan Malaysia pertimbangannya karena di Indonesia untuk berwisata jauh lebih murah.

“Dengan beberapa point of interest ini jika Jogja dapat mem-branding dengan baik bisa selling dengan baik keberadaan YIA akan menjadi berkah sendiri. Tinggal bagaimana membidik pasaran yg benar,” ujarnya.

Objek wisata yang perlu dibenahi tidak hanya di Kota Jogja, tetapi juga di Bantul yang dekat bandara atau di Kulonprogo itu sendiri, agar bisa menyesuaikan standar Internasional. ASITA turut mempromosikan objek-objek wisata dan menawarkan paket untuk di Kulonprogo.