4,27 Juta Siswa SMP & Sederajat Mulai Ujian Nasional Pekan Depan

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (tengah) berdialog dengan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat mengikuti doa bersama jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (8/4/2019). Doa bersama dan zikir yang diikuti para pelajar dari seluruh SMP di kota Banda Aceh itu untuk menguatkan mental dan spiritual siswa dalam menghadapi USBN dan UN tahun pelajaran 2018/2019. - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.
20 April 2019 04:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sekitar 4,27 juta siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTS) akan mulai mengikuti ujian nasional mulai 22- 25 April.

Namun, untuk beberapa wilayah seperti Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur, UN baru dilaksanakan pada 23 April. Ujian nasional tingkat SMP/MTS akan fokus pada empat mata pelajaran yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

"Sejauh ini persiapan untuk UN SMP sudah berjalan lancar, sudah sinkronisasi untuk UNBK begitu juga soal udah sampai untuk UN kertas pensil (UNKP)," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno, di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan UN SMP dan MTS tersebut diikuti sebanyak 56.504 sekolah yang terdiri dari 39.326 SMP dan 17.719 MTS. Adapun sekolah yang mengikuti UNBK mencapai 78%.

Sejumlah provinsi yang sudah menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan untuk tingkat SMP yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DIY, dan Bangka Belitung.

Adapun untuk tingkat MTS Terdapat 22 provinsi yang menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DIY, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Lampung, Bali, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Banten, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Riau, Papua Barat, dan Sumatera Utara.

Totok juga menambahkan pihaknya optimistis pelaksanaan UN di daerah terkena bencana tidak akan mengalami kendala dan diselenggarakan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia