Nenek Pikun di Karanganyar Hilang Dua Hari, Ditemukan Tewas di Sungai
Nenek berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang dua hari ditemukan meninggal dunia di Sungai Jlantah, Karanganyar.
Petugas KPPS TPS 10 Wironanggan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, menunjukkan surat suara pilpres yang berlubang sebesar lubang jarum, Rabu (17/4/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
Harianjogja.com, SUKOHARJO -- Belasan surat suara Pemilu 2019 ditemukan berlubang di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo mendapat laporan 12 lembar surat suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang berlubang sebesar jarum di TPS 10 Wironanggan, Gatak, Rabu (17/4/2019).
Ke-12 lembar surat suara tercoblos tersebut meliputi 10 surat suara berlubang pada nomor urut 01 dan dua surat suara nomor urut 02. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, surat suara berlubang ditemukan kali pertama oleh pemilih bernama Joko Widodo Waluyo.
Saat di bilik suara, Joko menemukan surat suara untuk pilpres berlubang sebesar lubang jarum. Dia langsung melaporkan temuannya itu ke petugas pemungutan suara (PPS) ke Ketua PPS dan Panwascam. Mereka langsung ke lokasi.
Berdasarkan masukan saksi dari PDIP Tri Marjiyanto, saksi dari Nasdem Yuliana, saksi dari Gerindra Harjanto, saksi dari PAN Hadi Mudiono, saksi dari PKS Seda Yusefa, saksi capres-cawapres 01 Anggoro Kartiko Wicaksono, saksi dari capres-cawapres 02 Waringatun, serta PTPS Sri Sumarawati, surat suara berlubang diganti dengan surat suara yang lain.
Kemudian petugas KPPS setempat melakukan pengecekan surat suara lainnya. Dari hasil pengecekan ditemukan tambahan sembilan surat suara pilpres berlubang pada pasangan nomor 01 dan dua surat suara berlubang pada pasangan nomor 02.
Komisioner Divisi Hukum dan Informasi Data Bawaslu Sukoharjo, Muladi Wibowo, mengatakan telah menerima laporan surat suara berlubang tersebut. Anggota Bawaslu kemudian melakukan pengecekan ke lokasi.
"Total ada 12 surat suara pilpres yang berlubang. Lubang hanya sebesar lubang jarum," katanya.
Surat suara yang ditemukan dalam kondisi berlubang tersebut langsung ditandai berupa lingkaran di sekitar titik lubang. Selain itu dibalik surat suara diberi tanda silang dengan pulpen. Artinya surat suara rusak dan tidak sah digunakan.
"Kami memberikan masukan agar PPS segera koordinasi dengan PPK dan KPU, segera mengisi form kejadian khusus," katanya.
Tak hanya itu Bawaslu juga meminta KPPS mengajukan permohonan surat suara pengganti ke KPU serta memastikan status surat suara yang berlubang sebesar jarum menjadi surat suara rusak.
Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda memastikan surat suara tersebut bukan sengaja dilubangi namun bawaan pabrik. Hal ini pun telah disimulasikan kepada seluruh saksi di TPS setempat.
"Kami simulasikan jika surat suara yang dicoblos saat diraba akan terasa bekas coblosan. Nah surat suara yang ditemukan berlubang sangat kecil ini bukan karena dicoblos tapi bawaan pabrik," katanya.
Dengan simulasi ini, Nuril mengatakan seluruh saksi menerima dan surat suara dianggap tidak rusak. Kecuali surat suara yang sudah terlanjur dianggap rusak sebelum KPU datang, surat suara akan diganti.
Nuril kembali memastikan surat suara yang ditemukan berlubang sebesar jarum bukan karena tercoblos melainkan bawaan pabrik dan itu sah digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Nenek berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang dua hari ditemukan meninggal dunia di Sungai Jlantah, Karanganyar.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.