Advertisement
Jokowi: Luruskan Warga yang Pikirannya Miring karena Hoaks
Joko Widodo - Instagram @jokowi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) meminta pendukungnya ikut meluruskan sejumlah hoaks yang menyerang dirinya dan Ma'ruf Amin jelang Pilpres 2019.
Permintaan itu disampaikan Jokowi kala berkampanye di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2019).
Advertisement
Menurutnya, banyak hoaks yang masih beredar dan dipercaya masyarakat meski hari pemungutan suara telah mendekat.
"Hati-hati, kalau ada tetangga dan teman kita terkena hasutan seperti itu dan pikirannya mulai miring-miring berubah tolong diluruskan," kata Jokowi.
Hoaks yang dimaksud Jokowi adalah kabar bohong akan dilarangnya kumandang azan jika kandidat nomor urut 01 menang di pilpres 2019. Selain itu, ada juga hoaks yang menyebut pendidikan agama di sekolah akan dihapus jika Jokowi-Ma'ruf menang.
"Jelas tidak akan karena cawapres kita Pak Kiai Haji Ma'ruf Amin adalah ketua MUI," katanya.
Jokowi meminta pendukungnya aktif menjaga lingkungan sekitar hingga 17 April 2019. Hal itu perlu dilakukan agar pilihan masyarakat tidak goyah karena kabar bohong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
- Menhub Dorong Masjid di Jalur Mudik Jadi Rest Area Lebaran 2026
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
Advertisement
Sri Purnomo Bantah Dana Hibah Pariwisata Sleman Terkait Pilkada
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Meksiko Serahkan Puluhan Anggota Kartel Narkoba ke AS Sejak 2025
- Perempuan Ditemukan Meninggal di Kasihan Bantul, Polisi Ungkap Fakta
- Ahli Gizi Sebut Pola Makan Tepat Bisa Perbaiki Hormon Wanita
- Bantul Dapat Kuota Sampah 700 Ton Seusai Penutupan TPA Piyungan
- OPINI: Beasiswa Negara dan Tanggung Jawab Kebangsaan
- Kasus Perceraian di PN Sleman Capai 1.483, Ekonomi Jadi Faktor Pemicu
- GoPay Hadirkan War Trakjil Ramadan, Hadiah hingga Miliaran
Advertisement
Advertisement







