Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 5 Kali

Guguran lava pijar gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018) dini hari. Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Sabtu pukul 00.13 WIB terjadi guguran lava pijar Gunung Merapi dengan jarak luncur 400 meter ke arah hulu Kali Gendol. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
30 Maret 2019 13:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan lima guguran lava pijar ke arah hulu Kali Gendol pada Sabtu (30/3/2019).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan lima kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Gendol itu teramati melalui CCTV pada periode pengamatan sejak pukul 00:00 WIB hingga 06:00 WIB dengan jarak luncur 600 hingga 1.100 meter.

Pada periode itu, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 20 meter sampai 30 meter di atas puncak kawah Merapi.

Cuaca di gunung itu terpantau cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah Barat Laut dengan suhu udara 14.5 hingga 19.4 derajat celcius, kelembaban udara 75% hingga 98%, dan tekanan udara 628 sampai 688 mmHg.

Selain itu, juga terekam 12 kali gempa guguran dengan amplitudo 3 hingga 50 mm selama 21 detik, dan satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 12 mm selama 23 detik.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas yang jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG.

Sumber : Antara