Tol Probolinggo-Banyuwangi Rampung 100%, Mengapa Belum Dibuka?

Newswire
Newswire Rabu, 19 Agustus 2026 06:07 WIB
Tol Probolinggo-Banyuwangi Rampung 100%, Mengapa Belum Dibuka?

Salah satu simpang susun di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo-Banyuwangi.Istimewa-Dokumen BPJT

Harianjogja.com, JAKARTA—Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi. Meski demikian, ruas tersebut belum dapat langsung beroperasi secara komersial karena masih menunggu penyempurnaan Simpang Susun Gending serta tahapan uji laik fungsi dan operasi.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan kehadiran Tol Prosiwangi akan memperkuat konektivitas kawasan Tapal Kuda. Jalan tol tersebut juga diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik di Jawa Timur.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya.

Seksi 1 dan 2 Sudah Rampung dan Kantongi SLO

Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi yang dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi akan membentang sepanjang 175,40 kilometer. Jalan tol ini terbagi menjadi tujuh seksi pembangunan.

Rinciannya, Seksi 1 Suko-Kraksaan sepanjang 12,8 km, Seksi 2 Kraksaan-Paiton sepanjang 11,2 km, Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,6 km, dan Seksi 4 Besuki-Situbondo sepanjang 42,3 km.

Selanjutnya, Seksi 5 Situbondo-Asembagus memiliki panjang 16,7 km, Seksi 6 Asembagus-Bajulmati sepanjang 37,4 km, sedangkan Seksi 7 Bajulmati-Ketapang sepanjang 29,2 km.

"Saat ini, seksi 1 dan seksi 2 dari Suko hingga Kraksaan telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi [SLO]," terang Dody.

Dengan demikian, penyelesaian konstruksi bukan menjadi satu-satunya syarat agar jalan tol dapat langsung digunakan secara komersial. Masih terdapat aspek keselamatan dan teknis yang harus dipastikan sebelum izin pengoperasian diterbitkan.

Simpang Susun Gending Jadi Salah Satu Kendala

Seksi 1 dan Seksi 2 Tol Prosiwangi memang telah mengantongi SLO. Namun, pengoperasian secara komersial masih harus menunggu penyempurnaan Simpang Susun Gending, yang berfungsi menghubungkan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi.

Dody menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan dalam proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) menemukan sejumlah aspek yang masih perlu disempurnakan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tim ULFO menemukan sejumlah aspek utama yang memerlukan penyempurnaan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol," lanjut Dody.

Atas temuan tersebut, pihak BUJT berkomitmen segera menuntaskan seluruh rekomendasi perbaikan aspek keselamatan dan teknis. Setelah persyaratan tersebut dipenuhi, izin pengoperasian resmi dapat diterbitkan.

Seksi 3 Paiton-Besuki Juga Rampung 100%

Selain Seksi 1 dan Seksi 2, perkembangan pembangunan juga mencakup Seksi 3 Paiton-Besuki. Ruas tersebut telah mencapai progres pembangunan 100%, tetapi masih menjalani proses ULFO oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Seksi 3 tersebut tengah berada dalam proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO) guna mempercepat konektivitas koridor timur Jawa.

Mengutip data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Sabtu (15/8/2026), Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) terbagi dalam beberapa segmen. Ruas pertama adalah Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 Km, sedangkan ruas kedua Kraksaan-Paiton memiliki panjang 11,20 Km.

"Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer telah rampung dan dipersiapkan menuju tahap pengoperasian," tulis BPJT.

Namun, pengoperasian Seksi 1 dan Seksi 2 tetap harus menunggu hasil Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Simpang Susun Gending. Simpang susun tersebut akan menjadi penghubung antara Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) dan Tol Prosiwangi.

Dengan kondisi tersebut, Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Seksi 1 dan Seksi 2 telah menyelesaikan konstruksi, tetapi pembukaan untuk lalu lintas secara komersial masih menunggu penyempurnaan aspek yang ditemukan dalam pemeriksaan serta proses pengoperasian resmi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online