Gempa Flores NTT, 70 Meninggal dan 40.040 Orang Mengungsi

Newswire
Newswire Selasa, 18 Agustus 2026 23:17 WIB
Gempa Flores NTT, 70 Meninggal dan 40.040 Orang Mengungsi

Seorang personel SAR sedang berada di lokasi pencarian hari kedua di Manggarai, Minggu (16/8/2026). ANTARA/Ho-Kantor SAR Maumere.\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 70 orang meninggal dunia dan 1.182 orang luka-luka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Selasa (18/8/2026), sebanyak 40.040 warga juga tercatat mengungsi.

BNPB menyatakan sudah tidak terdapat laporan warga yang berstatus hilang atau belum ditemukan. Meski demikian, operasi penyisiran di sejumlah wilayah terdampak masih dilakukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Direktur Operasi Basarnas Laksamana TNI Bramantyo mengatakan penyisiran dilakukan berdasarkan informasi mengenai korban di wilayah terdampak.

“Sampai dengan hari ini, kegiatan yang telah kami lakukan adalah melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak. Berdasarkan data dari para korban, tidak ada lagi saudara, tetangga, atau rekan yang berada dalam pencarian,” jelas Bramantyo.

Korban Gempa Tersebar di 7 Wilayah NTT

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan jumlah korban berdasarkan pemutakhiran data dari Kementerian Kesehatan.

Keseluruhan korban meninggal dunia, korban luka-luka, dan warga yang mengungsi tersebar di tujuh wilayah, yakni Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, Sikka, dan Nagekeo.

Rincian korban meninggal dunia yang disampaikan BNPB adalah:

  • Ngada: 2 orang
  • Manggarai Timur: 25 orang
  • Manggarai: 27 orang
  • Manggarai Barat: 2 orang
  • Nagekeo: 6 orang
  • Ende: 2 orang
  • Sikka: 4 orang

Sementara itu, jumlah pengungsi yang tercatat di masing-masing wilayah adalah 1.920 orang di Ngada, 15.465 orang di Manggarai Timur, 6.487 orang di Manggarai, 600 orang di Manggarai, 6.221 orang di Nagekeo, 3.666 orang di Ende, dan 5.681 orang di Sikka.

Gempa Susulan Mencapai 2.119 Kali

Selain memperbarui data korban, BNPB juga mencatat aktivitas gempa susulan yang masih terjadi di NTT.

Hingga Selasa (18/8/2026), tercatat 2.119 gempa susulan. Dari jumlah tersebut, 70 gempa dirasakan oleh masyarakat di wilayah NTT.

Magnitudo gempa susulan terbesar yang terekam mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil 1,3.

“Per hari ini, tanggal 18 Agustus 2026, kondisi gempa terkini adalah jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali, magnitudo yang terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,3. Sedangkan gempa susulan yang dirasakan adalah 70,” jelas Berton.

Berton mengatakan aktivitas gempa di NTT masih belum terlihat jelas. Kondisi tersebut diperkirakan baru mulai stabil dalam kisaran waktu 2-3 minggu ke depan.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak dan rusak karena masih terdapat kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Kunjungan Presiden Prabowo ke NTT Masih Direncanakan

Di tengah penanganan bencana, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur masih dalam tahap perencanaan.

Prasetyo menjelaskan kunjungan Presiden ke daerah yang terdampak bencana membutuhkan persiapan khusus. Kondisi lapangan dalam situasi bencana, menurut dia, berbeda dengan kunjungan biasa.

“Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan, kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Prasetyo.

Pemerintah pusat, lanjut Prasetyo, memantau penanganan bencana setiap hari. Kementerian dan lembaga, termasuk Badan SAR Nasional dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, menyampaikan laporan perkembangan secara berkala.

Pemerintah juga mengapresiasi bantuan yang dikirim sejumlah pemerintah daerah kepada masyarakat terdampak gempa, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami juga mengapresiasi banyak pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan kunjungan Presiden Prabowo ke NTT pada pekan ini, Prasetyo mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan kondisi di lapangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online