Tiket Kereta Api pada 23 Desember 2022 Jadi Terlaris
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Petugas dan kru televisi penyelenggara melakukan gladi bersih Debat Capres 2019 putaran keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (29/3/2019)./Antara-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA – Menjelang Debat Pilpres 2019 ronde keempat yang bertemakan ideologi, pemerintahan, keamanan, serta hubungan internasional di Shangri-La Hotel Jakarta pada Sabtu (30/3/2019) malam, kedua capres diharapkan tidak mempemasalahkan basis ideologi antarpribadi.
Capres nomor urut 01 Joko Widodo sering diterpa hoaks PKI dan liberal. Adapun capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, kerap diserang isu miring ditunggangi oleh organisasi muslim radikal yang menginginkan negara berbasis khilafah.
"Yang dikontestasikan sudah jelas, yaitu kualitas dari visi, misi, program, kan gitu. Kalau sekarang yang dipermasalahkan masih ideologi, itu berbahaya sekali kalau menurut saya," tegas peneliti senior LIPI Siti Zuhro dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Jumat (29/3/2019).
Menurutnya, tuduhan-tuduhan ideologis kepada para kandidat sebenarnya tak masuk akal sebab apabila seorang capres tidak memiliki keteguhan pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45, pastinya KPU tidak akan meloloskan mereka sebagai kandidat.
Oleh sebab itu, dia mengimbau kedua capres baik Jokowi maupun Prabowo agar menyuguhkan perdebatan yang tak asal-asalan, dan menampakkan bahwa kontestasi yang sedang berlangsung sebenarnya bukan untuk mereka, tetapi untuk rakyat Indonesia.
"Jadi, kontestasi kita itu jangan kontestasi asal jeplak, jadi kontestasi yang betul-betul direnungkan semua argumentasi, statment, itu harus dipikirkan," tutur Siti Zuhro.
Dalam kesempatan yang sama, pihak BPN Prabowo-Sandiaga yang diwakili politisi PAN Dian Islamiati Fatwa, menegaskan bahwa capres-cawapres besutannya tidak ditunggangi oleh organisasi terlarang semacam HTI (Hizbut Tahrir Indonesia).
"Kalau ideolgi dipertanyakan bahwa kami akan membangun khilafah, sekali lagi kami tegaskan lagi bahwa Bapak Prabowo-Sandi menegaskan bahwa ideologi kami adalah Pancasila dan tujuan kita masyarakat adil dan makmur," ungkap Dian.
"Namun misalkan mereka [HTI] menerima Pancasila dan UUD 45, NKRI, sudah kita terima. Kalau pun sudah melenceng, dari situ akan kita bubarkan," tambahnya.
Sedangkan Ketua TKN Jokowi-Ma\'ruf Erick Thohir ditemui di tempat terpisah, menyayangkan pula apabila perdebatan terkait ideologi akan dihiasi aroma saling menyerang isu-isu pribadi yang berkembang di masyarakat.
"Ya kalau kita lihat, saya rasa sudah sepakat ideologi yang terkuat dari bangsa ini adalah tadi, Pancasila, NKRI, filosofinya terbukti, hari ini kita menjadi negar besar," ungkap Erick.
"Sayang sekali kalau kita sudah ke arah yang benar, harus menuju arah yang tidak jelas lagi. Hal ini saya rasa kita harus jaga, perbedaan harus menjadi kekuatan bangsa kita," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.