Target Pendanaan Iklim 45 Persen Dihapus, Transisi Hijau Terancam
Bank Dunia menghapus target pembiayaan iklim 45 persen setelah tekanan AS. Negara berkembang khawatir pendanaan transisi hijau dan adaptasi iklim melemah.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern saat hadir di upacara peringatan teror Chirstchurch/Reuters-Jorge Silva
Harianjogja.com, JAKARTA--Ribuan orang berdiri dalam keheningan mendengarkan pembacaan 50 nama-nama korban tewas dalam penembakan dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Pembacaan dilakukan dalam peringatan nasional tragedi tersebut di Hagley Park dan dilakukan oleh anggota komunitas Islam, Jumat (29/3/2019).
Lelaki, perempuan, dan anak-anak dari berbagai negara di dunia menjadi korban dalam penembakan yang terjadi tepat dua pekan lalu itu. Korban termuda bahkan masih berusia tiga tahun.
Mayoritas korban adalah imigran dan pengungsi yang berpindah ke Selandia Baru untuk menjalani hidup yang lebih baik. Jatuhnya korban usai aksi penembakan itu pun tak pelak menorehkan duka mendalam bagi masyarakat global.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bahkan melabelinya sebagai "hari terkelam" dalam sejarah Negeri Kiwi. "Tantangan kita sekarang adalah mengerahkan usaha terbaik dalam kehidupan sehari-hari karena kita tidak kebal dari virus kebencian, rasa takut, dan lainnya," ucap Ardern sebagaimana dikutip Reuters.
Ardern, yang mengenakan jubah khas Maori yang disebut \'kakahu\' dalam upacara peringatan itu, kemudian mengatakan lingkaran ekstremisme membutuhkan kerja sama global untuk dihapuskan.
"Jawabannya terletak pada konsep sederhana yang tak terikat pada batas domestik, tak beradar pada etnisitas, kekuasaan, atau bentuk pemerintahan tertentu. Jawabannya ada pada kemanusiaan kita," ungkapnya.
Pidato Ardern disambut dengan nada persetujuan oleh Farid Ahmed. Istri Ahmed, Husna, turut menjadi korban dalam penembakan tersebut.
Di hadapan kerumunan yang hadir, Ahmed mengatakan bahwa ia telah memaafkan pembunuh istrinya. Ia tak ingin memiliki hari yang dipenuhi "lahar seperti gunung api".
"Saya menginginkan hati yang dipenuhi rasa kasih, kepedulian, dan mudah memaafkan, karena hati itu tak ingin lagi ada nyawa yang hilang," ungkapnya.
Ia lalu menyerukan masyarakat untuk bekerjasama mewujudkan perdamaian dan menganggap setiap orang sebagai keluarga.
"Saya mungkin berasal dari suatu budaya dan Anda dari budaya yang lain. Saya mungkin berpegang pada satu keyakinan, begitu pula Anda. Namun bersama-sama kita adalah taman yang indah," lanjut Ahmed.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters/Bisnis
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Prabowo meninjau karhutla Kubu Raya dan meminta penanganan dipercepat serta pelanggaran hukum ditindak tegas sesuai ketentuan.
Penelitian University of Sydney menemukan bahwa berhenti sejenak sebelum bereaksi dapat membantu mengelola emosi dan mencegah keputusan impulsif.
Cara cek NIK KTP dipakai untuk pinjol melalui SLIK OJK secara online dan offline. Ketahui langkah-langkahnya untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi.
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berpeluang menciptakan All Indonesian final di WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah berada di jalur berbeda.