Akhirnya, Anies Akan Keluarkan Pergub Tarif MRT

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berada di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu (9/12/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
29 Maret 2019 11:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Setelah sebelumnya terjadi perdebatan dalam penetapan tarif Moda Raya Terpadu (MRT), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan segera mengeluarkan peraturan gubernur atau Pergub tentang tarif tersebut. Tarif yang ditetapkan adalah tarif rata-rata Rp10.000 dengan tarif rute terjauh Rp14.000.

Anies mengatakan keputusan yang diumumkan setelah melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi pada Selasa (26/3/2019) akan segera dituangkan dalam bentuk surat peraturan gubernur.

"Nanti begitu surat dari dewan sudah ada kita buat pergubnya," kata Anies saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

Anies mengakui adanya kesalahpahaman antara eksekutif dan legislatif saat menentukan tarif MRT bahwa yang diajukan eksekutif adalah tarif variabel bukan tarif flat.

"Yang membingungkan itu kita berpikir flat rate disebuah konsep yang variabel. Yang satu fix rate yang satu variable rate, disitulah kemudian terjadi perdebatan yang panjang gitu," jelas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai tarif MRT dengan tarif rute terjauh Rp14.000 sudah sesuai dengan berbagai fasilitas dan ketepatan waktu yang ditawarkan kepada calon penumpang.

"Naik ojek ada biayanya, dihitung berapa tuh. Kemarin keputusan berapa ojek? Rp2.000 per kilo. Jaraknya berapa? 16 kilo, kali Rp2.000 sama dengan Rp32.000. Murah mana? MRT," tegas Anies.

Sebelumnya, sempat terjadi perdebatan terkait penetapan tarif MRT, banyak yang menilai pertemuan tertutup antara Anies dan Pras sudah melangkahi keputusan Rapat Pimpinan Gabungan DPRD DKI yang memutuskan tarif MRT rata-rata Rp8.500 dengan hitungan tarif rute terjauh (Lebak Bulus-Bundaran HI) Rp12.000.

Sumber : Suara.com