Advertisement
Pemerintah Temukan TKI Terkontaminasi Paham Abu Sayyaf
Ilustrasi tenaga kerja wanita. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, NUNUKAN--Badan Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menyatakan, pernah menemukan TKI deportasi dari Negeri Sabah Malaysia terkontaminasi paham-paham kelompok bersenjata Abu Sayyaf Filipina Selatan.
Hal ini dikatakan Nur Bintang dari BP3TKI Nunukan sekaitan dengan penanganan TKI deportasi yang belum ditemukan solusi oleh pemerintah. "Pernah menangani TKI deportasi dari Malaysia sudah terkontaminasi dengan paham radikal dari kelompok Abu Sayyaf Filipina," kata dia, Rabu (27/3/2019).
Advertisement
Berkaitan dengan permasalahan seperti ini memang dibutuhkan keterlibatan instansi terkait atau pemerintah pusat agar ada langkah antisipasi semakin meluasnya paham radikal bagi TKI di negeri jiran.
Penanganan TKI deportasi ini kata Nur Bintang, telah pernah disampaikan kepada Kemendagri agar dibentuk kesepakatan antara pemerintah daerah asal dengan Gubernur Kaltara atau Bupati Nunukan.
BACA JUGA
Ia mengatakan, selama ini beberapa kali menangani TKI bermasalah yang dideportasi Negeri Sabah baik yang sakit parah, terlantar, ataupun mengalami gangguan jiwa.
Ketika ditanyakan kepada pemerintah daerah asalnya malah tidak mengetahuinya sehingga menjadi beban oleh Pemkab Nunukan, kata Nur Bintang. Bukan hanya itu, permasalahan TKI di Negeri Sabah belum ada solusi mengatasinya akibat masih banyaknya yang tidak memiliki dokumen atau paspor.
Sehubungan berbagai permasalahan yang terjadi atau dialami TKI maka BP3TKI Nunukan menyarankan komitmen bersama aparat atau instansi terkait mengatasinya, sebut Nur Bintang pada dialog dan sosialisasi Tim Kajian Daerah Dewan Ketahanan Nasional RI di Kantor Bupati Nunukan.
Terkait dengan bela negara, dia sampaikan, banyak TKI yang tidak hafal Pancasila dan lagu-lagu kebangsaan. Malah lebih hafal lagu-lagu kebangsaan Malaysia.
Permasalahan TKI di Negeri Sabah juga diutarakan Asisten Bidang Kesra Pemkab Nunukan, Hanafiah. Ia menyatakan, Pemkab Nunukan banyak direpotkan dengan TKI deportasi dengan berbagai permasalahan baik sakit maupun kurang waras. Sementara anggaran penanganannya hampir tidak ada sehingga perlu adanya perhatian pemerintah pusat soal anggaran tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 14 Maret 2026 dari Tugu ke Palur
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Negara Luar Rebutan Pupuk Urea Indonesia, Pemerintah Bidik Ekspor
- Hari Raya Nyepi 2026: Bandara Ngurah Rai Berhenti Tutup 24 Jam
- Jelang Lebaran, Kota Jogja Intensifkan Pengawasan Daging Sapi di Pasar
- KPK Sita Aset Rp100 Miliar Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut
- Polda DIY Ungkap 56 Kasus Pekat Selama Operasi Pekat Progo 2026
- Dana Desa di Bantul Dipangkas, Lurah: Infrastruktur Terpaksa Berhenti
- KY Gandeng Media Massa Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim Agung 2026
Advertisement
Advertisement








