Sandi Sebut Investasi OK Oce Rp359 Miliar, Pemprov DKI: Harus Dipertanyakan Lagi

Sandiaga Uno - Instagram
22 Maret 2019 11:37 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Hariajogja.com, JAKARTA--Pernyataan calon wakil presiden nomor  urut 02 Sandiaga Uno yang sesumbar bahwa total investasi program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK Oce) di Jakarta mencapai Rp359 miliar dibantah oleh mantan anak buahnya di Pemprov DKI.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mengklarifikasi bahwa data Rp359 miliar yang dipaparkan mantan Wakil Gubernur DKI tersebut bukan semata-mata berasal dari OK Oce, tetapi dari izin usaha mikro dan kecil secara keseluruhan. Sandi pun langsung bereaksi tak lama setelah itu.

"Silakan cek lagi datanya. Saya dapat dari Ketua Perkumpulan Gerakan OK Oce. Jadi berapa datanya silakan diverifikasi," katanya, Jumat (22/3/2019).

Sandi  menuturkan data OK Oce yang diungkapkan di depan warga Bukit Duri merupakan kumpulan atau agregasi dari izin-izin yang sudah dikeluarkan oleh Pemprov DKI. Meski demikian, dia mengakui bahwa perizinan IUMK yang didapat dari program OK Oce sekitar 7.000 izin. Padahal, Sandiaga sebelumnya mengungkapkan total izin yang telah diterbitkan OK Oce sebanyak 16.637 UMKM.

Sandi menuturkan program gerakan kewirausahaan tersebut mencatat ada 90.000 pelaku usaha yang sudah mendaftar. Padahal, target dia dan Gubernur DKI Anies Baswedan pelaku OKE Oce dapat menembus 200.000 dalam lima tahun.

Mantan Bos Saratoga itu juga memamparkan OKE Oce juga telah menyerap 29.356 tenaga kerja. "Buat kami angkanya sudah sangat signifikan dan sudah layak diangkat untuk skala nasional. Saya melihat usaha baru untuk mencetak dua juta UMKM," jelasnya.

Kepala Seksi Komunikasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Rinaldi mengatakan data yang diucapkan oleh Sandiaga tidak sepenuhnya valid.

"[Total investasi] Rp359 miliar itu beradal dari [seluruh] izin usaha mikro dan kecil [IUMK]. Berarti dia [Sandiaga Uno] mengklaim seluruh IUMK yang ada di Jakarta itu masuk ke ke OK Oce. Nah, itu yang harus dipertanyakan," katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (21/3/2019).

Berdasarkan data, DMPTSP DKI telah menerbitkan 37.449 izin usaha, sebanyak 16.743 merupakan izin IUMK dan sebanyak 20.715 berstatus izin usaha mikro dan lainnya (SIUP Mikro, SPPIRT, dan SKU).

Sementara itu, DMPTSP DKI juga tercatat menerbitkan 7.715 izin usaha mikro sepanjang Januari-Maret 2019. Dengan rincian, 3.061 IUMK dan 4.654 izin mikro lainnya (SIUP Mikro, SPPIRT, dan SKU).

Sumber : Bisnis.com