Advertisement
Puluhan Hiu di Karimunjawa Ditemukan Mati, Apa Penyebabnya?
Seekor ikan hiu terdampar di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, Senin (27/8/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG — Puluhan hiu di kolam penangkaran ikan di Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) mati. Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa saat ini tengah menyelidiki penyebab kematian tersebut.
Kelapa BTN Karimunjawa, Agus Prabowo, menyebutkan pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi penangkaran ikan milik warga Semarang, Minarno, atau yang akrab disapa Cun Ming.
Advertisement
"Kita sudah ke lapangan, tapi penyebabnya belum bisa kita pastikan. Kita harus lakukan uji laboratorium terlebih dulu," ujar Agus dalam pesan singkat, Selasa (19/3/2019).
Agus menyebutkan berdasarkan informasi yang diperoleh puluhan hiu itu mati mendadak pada Kamis (7/3/2019). Meski demikian, pihaknya baru menerima laporan tentang peristiwa itu pekan lalu atau Selasa (12/3/2019).
BACA JUGA
"Saat sampai di lokasi, petugas kami tidak menjumpai adanya hiu mati. Tapi, ada 10 ekor hiu hidup yang ada di dua kolam dengan pembatas jaring,” imbuhnya.
Agus menyebutkan informasi yang diperoleh dari penjaga kolam, hiu yang mati berjumlah sekitar 40-45 ekor. Puluhan hiu itu didapati sudah tak bernyawa di dasar kolam.
Meski demikian, kematian ternyata tidak hanya dialami hiu saja, ikan lain seperti badong, kerapu, dan lainnya juga mengalami nasib serupa. Ada dugaan ikan-ikan itu mati karena air kolam yang tercemar.
“Air pada dua kolam di mana hiu mati berwarna kuning,” kata Agus.
Pemilik kolam, kata Agus, sudah melaporkan peristiwa itu ke aparat kepolisian. Pemilik kolam juga sudah memerintahkan pegawainya untuk menyelidiki penyebab kematian puluhan hiu itu dengan mengambil sample berupa daging hiu dan air kolam.
Agus menyebutkan kolam milik Cun Ming itu semula merupakan keramba untuk budi daya ikan jenis kerapu, badong, dan lainnya. Namun, pemiliknya ternyata juga memelihara hiu jenis carcharinus melanopterus atau karang hitam dan hiu karang putih atau triaenodon obesus. Kedua jenis hiu itu tidak masuk dalam jenis ikan yang dilindungi.
Kolam penangkaran ikan itu dulu juga sempat dijadikan objek wisata dengan menawarkan atraksi berenang bersama hiu.
Namun pertengahan 2018 lalu, objek wisata itu ditutup menyusul adanya insiden serangan hiu terhadap seorang wisatawan asal Yogyakarta, Nur Madina, pada 13 Maret 2016.
*Foto ilustrasi di berita ini telah diganti pada Rabu (20/3/2019) untuk menghindari kesalahpahaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement




