Donasi 1 Miliar lebih dari Masyarakat Jogja untuk Palestina

Acara Roadshow Syaikh Husein di Islamic Fair. - Harian Jogja/Istimewa
16 Maret 2019 13:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dalam rangka menggerakkan kepedulian bangsa Indonesia terhadap kondisi Palestina, Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY menggelar roadshow bertemakan “Indonesia Selamatkan Palestina”.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Syeikh Husein Gaza Roadshow yang digelar selama seminggu terakhir telah berhasil menghimpun donasi kemanusiaan sebanyak 1,1 miliar. Secara umum, sumber donasi dari masyarakat Jogja.

Pada roadshow puncak yang digelar dalam event Islamic Fair di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada kamis (14/3/2019) malam, setidaknya terkumpul donasi 380-an juta untuk membantu Palestina.

Selain di event Islamic Fair roadshow telah digelar selama empat hari terakhir di 11 titik di masjid-masjid Jogja untuk menyampaikan pesan dan kondisi masyarakat Palestina untuk Indonesia.

Momentum menggalang kepedulian untuk Palestina ini juga ditanggapi oleh Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryant. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada masyarakat Jogja yang memiliki jiwa kepedulian yang luar biasa terhadap masalah kemanusiaan di Palestina," ujarnya ketika turut hadir dalam event roadshow tersebut di Islamic Fair kamis (14/3/2019) malam.

Event Roadshow Syeikh Husein Gaza ini merupakan rangkaian aksi-aksi kemanusiaan ACT DIY untuk membantu Palestina. Dalam dua pekan terakhir ACT DIY juga melakukan aksi simpatik dan galang dana, juga sesi akhir di bulan maret dari event bantu Palestina ialah konser kemanusiaan yang dihadiri oleh bintang tamu Melly Goeslaw pada 17 maret 2019 dalam event Islamic Fair.

Saat ini kondisi di Gaza, Palestina memasuki fase terburuk setelah 13 tahun di blokade oleh Israel dan PBB menyatakan telah menghentikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

“Lebih dari separuh masyarakat Gaza kini berada diambang kehancuran dan kelaparan, 98% air di Gaza telah tercemar limbah, dan listrik hanya mengalir dua jam per hari, bahkan sistem pemerintahan di Palestina sudah tidak mampu menggaji para pegawainya. Demi panggilan kemanusiaan mari kita bantu saudara-saudara kita di Palestina” tutup Bagus.