Paslon 02 Ingin Liburkan Siswa Saat Ramadan, Alasannya Dinilai Baik

Capres-cawapres Nomor Urut 02 Prabowo (kiri)-Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. - ANTARA/Sigid Kurniawan.
16 Maret 2019 17:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Capres Prabowo Subianto memiliki kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama bulan Ramadan. Hal itu disampaikan oleh calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga, bulan Ramadan sebaiknya diisi dengan kegiatan semacam pesantren kilat ataupun kegiatan positif lainnya.

Sandiaga menceritakan pengalamannya dulu sempat merasakan libur satu bulan penuh selama bulan Ramadan. Kebijakan itu juga sempat dilewati oleh anak-anaknya. Libur selama bulan Ramadan disebut Sandiaga sebagai sebuah terobosan.

"Ini merupakan satu terobosan agar satu bulan ini bisa digunakan para siswa untuk mungkin mengikuti pesantren kilat," kata Sandiaga di Hotel Sultan, Jumat (15/3/2019) malam.

Selain dapat menjalankan pesantren kilat, Sandiaga juga mengungkapkan, para siswa-siswi bebas dari kegiatan belajar mengajar, tentunya akan mendapatkan waktu lebih untuk berkumpul bersama keluarga.

Memahami jika anak-anak muda saat ini terlalu sibuk dengan gadget masing-masing, Sandiaga melihat bulan Ramadan bisa dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga dan membangun karakter yang lebih baik.

"Mereka banyak waktunya habis di gadget, juga kesempatan Ramadan ini untuk mendekatkan mereka ke tentunya membangun karakter yang kuat, karakter yang berakhlakul karimah, itu harapan kita," imbuh dia.

Sumber : suara.com