Ledakan Bom Bunuh Diri di Sibolga Sangat Kuat, Warga Sampai Berjatuhan

Warga menyaksikan lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3). Ledakan diduga terkait pengangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri. - Anatar/Jason Gultom
13 Maret 2019 12:37 WIB Saeno News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Istri terduga teroris Sibolga diduga meledakkan diri bersama anaknya Rabu (13/3/2018) dini hari.

Sekitar pukul 01.20 WIB Rabu (13/3/2019), berdasar catatan Antara, terjadi dua kali ledakan bom berturut-turut di sekitar Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatra Utara.

Akibat ledakan bom cukup dahsyat dari rumah terduga terorisme di Sibolga, Husain alias Abu Hamzah tersebut, warga sekitar berhamburan menyelamatkan diri.

Ledakan itu membuat beberapa orang warga sekitar terjatuh dan dimasukkan ke ambulans. 

Ledakan tersebut juga menimbulkan kepulan asap tebal di sekitar bagian atas rumah terduga teroris.

Semula muncul dugaan bahwa istri terduga teroris melemparkan bom ke arah rumah warga dari atas rumahnya.

Petugas pun langsung bergerak untuk melakukan pengecekan ke lokasi ledakan bom.

Sementara warga langsung diminta mundur agar jangan mendekat ke lokasi.

Sementara itu di Jakarta, Mabes Polri mengungkapkan istri dan anak pelaku terduga tindak pidana teroris atas nama Husein alias Abu Hamzah meledakkan diri pada Rabu 13 Maret 2019 sekitar pukul 02.00-03.00 WIB di Sibolga, Sumatra Utara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan tokoh masyarakat sekitar lokasi sudah melakukan negosiasi hingga berjam-jam.

Negosiasi dilakukan sejak Husein alias Abu Hamzah ditangkap pada 12 Maret 2019 pukul 14.50 WIB.

Namun negosiasi tidak juga menemukan kesepakatan, hingga pada akhirnya istri dan anak Husein alias Abu Hamzah meledakkan diri di rumahnya.

"Iya, keduanya [anak dan istri] terduga pelaku itu meledakkan diri. Jadi sejak kemarin penangkapan terduga pelaku teroris, masih ada anak dan istri yang tersisa di kediamannya itu yang mengancam mau meledakkan diri, makanya kami negosiasi," tutur Dedi, Rabu (13/3/2019).

Dedi mengungkapkan Densus 88 Antiteror sampai saat ini masih belum melakukan olah TKP di lokasi ledakan anak dan istri terduga teroris itu, karena khawatir masih ada bom susulan.

"Kami masih menunggu tim Labfor dan Inafis yang mau meluncur ke TKP pagi ini, karena khawatir ada bom yang membahayakan," kata Dedi.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror telah menangkap terduga pelaku tindak pidana terorisme atas nama Husain alias Abu Hamzah pada Selasa 12 Maret 2019 sekitar pukul 14.50 WIB di Sibolga Sumatra Utara.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal mengemukakan penangkapan terduga teroris tersebut sempat berjalan tidak lancar. Penyebabnya, Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom saat akan ditangkap hingga melukai petugas yang tengah mengepung rumahnya.

"Saat dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi bom meledak dan melukai petugas," tutur Iqbal, Selasa (12/3/2019).

Menurut Iqbal pelaku meledakkan bom tersebut saat anak dan istrinya tengah ada di rumah. Iqbal menjelaskan Tim Densus 88 Antiteror melakukan upaya negosiasi agar istri dan anak pelaku menyerahkan diri kepada petugas.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia