Tiga Pelaku Pencurian Tower BTS di Banyumas Dibekuk Polisi
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
Fadli Zon./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fadli Zon menilai ajakan Presiden Jokowi untuk mengenakan sarung untuk melestarikan budaya Indonesia tidak begitu penting. Pasalnya, dia menganggap, masih banyak persoalanbesar yang seharusnya dipikirkan Jokowi ketimbang mengajak masyarakat untuk memakai sarung.
Fadli mengatakan saat ini seharusnya Jokowi konsentrasi terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia juga penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat. Karena itu, dirinya menilai kalau usulan Jokowi itu tidak terlalu bermutu.
"Aduh enggak mutu lah. Sayang sekali ya kalau urusan ini, urusan remeh temeh, pak Jokowi itu harus sekarang ini harus bicara hal-hal yang besar, yang mendasar," kata Fadli di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senin (4/3/2019).
Fadli juga kembali mengungkit soal wacana-wacana Jokowi sebelumnya. Ia mengingatkan soal tiga kartu sakti yang kembali dijanjikan Jokowi sebagai Calon Presiden nomor urut 01 yang berpasangan dengan Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin.
"Bagaimana pertumbuhan ekonomi tujuh persen, bagaimana menciptakan lapangan kerja, bukan bikin kartunya. Kalau jurus-jurus kartu itu kan menurut saya itu jurus old lah, jurus mabok itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi rencana pakai sarung tiap hari karena ingin melestarikan budaya Indonesia. Jokowi pun mengajak masyarakat Indonesia bisa memakai sarung. Saat ini Jokowi merupakan calon presiden dengan berpasangan dengan Maruf Amin, seorang kyai dan Ketua MUI. Maruf Amin setiap hari mengenakan sarung.
"Oleh sebab itu saya akan mengajak nantinya ini baru akan tentukan setiap hari tertentu dalam satu bulan kita memakai sarung bersama-sama, mau nggak? Setuju gak? Bisa seminggu sekali, bisa dua minggu sekali, bisa sebulan sekali. Nanti lama-lama setiap hari pakai sarung," tutur Jokowi saat mengunjungi Sarung Fest di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.