Di Semarang, Pemilik Salon Diduga Tertimbun Longsor

Ilustrasi longsor. - ANTARA FOTO/Indra
12 Februari 2019 06:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG--Longsor menerjang kawasan Kota Semarang, Senin (11/2/2019). Kejadian tersebut bermula dari hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sampai mengakibatkan aliran sungai Pudakpayung Bumirejo, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, meluap. Luapan air kemudian menggerus tanah di pinggiran bantaran sungai dan mengakibatkan longsor .

Satu rumah yang berada di pinggir lokasi tergerus longsor adalah sebuah salon. Salon tersebut ikut hanyut tergerus longsoran tanah dan air pada bagian belakang. Penghuni rumah tersebut diduga ikut terbawa longsor.

Kepala Basarnas Jateng Aris Sofingi mengungkapkan, kronologi kejadian pada sore hari dimana Kecamatan Banyumanik di guyur hujan deras mengakibatkan aliran sungai Pudakpayung meluap.

"Jadi sekitar Pukul 14.30 WIB terjadi bencana tanah longsor yang menimpa rumah salon bernama 'TIN', di dalam rumah ada penghuninya diduga korban tertimbun tanah longsor maupun terbawa arus sungai Pudakpayung," kata Aris.

Pemilik salon tersebut bernama Sri murtini, 45, warga perumahan P4A RT 06/ 07 Blok D, Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Basarnas Jateng dan tim SAR gabungan di antaranya BPBD, Pemadam , Polsek , Koramil , PMI, SARDA, Buser, Ubaloka tengah berupaya mencari keberadaan korban. "Pencarian dimulai dari TKP ke arah utara bantaran sungai mencapai kurang lebih tiga kilometer dengan hasil nihil," ungkap komandan Rescuer Jefri.

Pencarian korban hilang masih terus dilakukan. Petugas gabungan memfokuskan titik longsoran dengan cara menyemprot menggunakan Alcon ( alat semprot).

"Kondisi bangunan masih labil dan area lokasi gerap menjadi kendala tim SAR gabungan dan somoga korban cepat di temukan. Malam [Senin] ini belum ditemukan kami hentikan dulu, dan dilanjut besok pagi [Selasa]," tukas Jefri.

Sumber : suara.com