Muktamar NU 35 Diwarnai Adu Jotos, Gus Yahya Minta Massa Tetap Tenang
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Calon Presiden dalam Pilpres 2019 Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Capres Prabowo Subianto di sela-sela pengambilan nomor urut pasangan calon untuk pemilihan Presiden 2019, di kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018)./Reuters-Darren Whiteside
Harianjogja.com, JAKARTA – PDI Perjuangan menanggapi serius pemaparan awal visi-misi dari paslon 02 Capres dan Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno dalam Debat Pilpres, Kamis (17/1/2019) malam. PDIP menilai visi misi yang disampaikan Prabowo tersebut terkesan di luar konteks debat Pilpres, bahkan seperti hafalan.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, saat pembahasan soal HAM, Penegakan Hukum, Korupsi dan Terorisme, namun Prabowo - Sandi malah membahas mengenai pangan dan air.
“Apa yang disampailan sekedar kualifikasi hafalan, retorik, dan melupakan hal yang substansial terkait komitmen terhadap Hak Asasi Manusia. Nampak betul bagaimana visi misi tersebut lupa HAM,” ujarnya, Jakarta.
Menurutnya, dalam pemaparan tiga menit tersebut, Prabowo terlihat menyembunyikan persoalan HAM. Di mana prabowo, bicara kualitas kehidupan namun melupakan komitmen yang sangat penting.
“Agar di negara yang berdaulat ini, tidak boleh ada penghilangan paksa nyawa warga negara Indonesia mengingat tugas negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujarnya.
Dirinya berharap, debat melihat rekam jejak, program konkret dan gagasan masa depan untuk Indonesia Raya. “Kami bersyukur Pak Jokowi dan Kyai Maruf Amin tampil kalem,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Marc Marquez juara MotoGP Aragon 2026 dan naik ke posisi kedua klasemen. Ia kini hanya tertinggal 20 poin dari Jorge Martin.
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Senin (31/8/2026), setelah membuka muktamar pada Kamis.
DPRD DIY menyoroti perubahan desil DTSEN yang dinilai dapat mengancam bantuan warga miskin dan meminta verifikasi data diperkuat.
PQN Jateng 2026 mencatat 33.087 transaksi QRIS senilai Rp149,78 juta. Edukasi digital menyasar kampus, sekolah hingga transportasi.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.