Pemerintah Didesak Segera Rampungkan Pembangunan SPAM Daerah Bencana

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
01 Januari 2019 06:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PALU- Anggota DPRD Sulawesi Tengah Muhammad Masykur mendesak pemerintah segera merampungkan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

"Kita mendesak perbaikan SPAM Palu, Sigi dan Donggala disegerakan demi warga korban bencana di tiga daerah itu," kata Muhammad Masykur, di Palu, Senin (31/12/2018).

Masykur mengatakan pada 2009, negara melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan mega proyek SPAM di Sulteng. Pekerjaannya ini dilaksanakan dengan tahun jamak (multiyears).

Ia menyebut mega proyek SPAM di kawasan Kota Palu, Sigi dan Donggala itu kemudian disebut SPAM Pasigala. Sumber airnya dari sumber air baku Sungai Saluki Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi.

Berdasarkan informasi dan data yang diterima, bahwa direncakan SPAM itu secara resmi difungsikan pada 2016. "Begitu isi norma yang disebutkan secara eksplisit dalam dokumen perjanjian antara Kementerian PUPR, Pemprov Sulteng, Pemkot Palu, Pemkab Sigi dan Donggala," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulteng itu.

Ketua Fraksi Nasdem di DPR RI itu mengemukakan, namun di saat uji coba pertama, gagal, karena pipa pecah. Daya tahan pipa tidak mampu menahan kecepatan air dengan kapasitas 300 meter kubik per detik. "Jika uji coba itu mulus, direncanakan tahap selanjutnya akan menampung kapasitas air 600 meter kubik per detik" kata dia.

Bagi pemerintah, kata dia, rencana induk SPAM Palu, Sigi dan Donggala yang berada di Desa Oloboju Kabupaten Sigi akan diinterkoneksikan ke seluruh layanan penyediaan air bersih kebutuhan rumah tangga, industri, termasuk kawasan ekonomi khusus di Palu, Sigi dan Donggala.

"Lebih dari Rp500 miliar anggaran negara telah digelontorkan ke pembangunan SPAM Palu, Sigi dan Donggala, sebelum bencana melanda tiga daerah itu, namun sampai saat ini belum berfungsi baik dan bermanfaat," ujar Masykur, mantan Direktur Eksekutif PBHR Sulteng.

Ia mengatakan, bencana gempa, likuifaksi, tsunami pada 28 September 2018 merusak seluruh jaringan instalasi air bersih di Palu, Sigi dan Donggala. Sementara air bersih menjadi masalah pokok, krusial dan mendasar bagi masyarakat dan kita semua.

Pascabencana, lanjut dia, SPAM tiga daerah itu menjadi salah satu prioritas utama dalam program pemulihan di daerah terdampak bencana. Sebab, air bersih adalah hak dasar warga yang wajib dipenuhi oleh negara, terkait pemenuhan hak hidup.

"Sayangnya, kabar terkini, ada OTT KPK terkait program pengadaan perbaikan SPAM Palu, Sigi dan Donggala. Ada bau aroma busuk korupsi yang langsung disergap KPK," ujar dia.

Sumber : Antara