Harga Pertamax Melonjak, Apindo Khawatir Biaya Usaha Membengkak
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Apindo menilai kenaikan BBM nonsubsidi berpotensi menambah tekanan biaya operasional dunia usaha.
Habib Bahar bin Smith/Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Jokowi mengatakan, pernyataan Habib Bahar yang memilih busuk di penjara daripada minta maaf ke Jokowi dianggap lebai alias berlebihan.
Habib Bahar bin Smith memilih membusuk di penjara daripada meminta maaf atas ceramahnya yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam ceramahnya Habib Bahar menyebut Jokowi banci dan haid.
Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid menilai pernyataan Bahar berlebihan alias lebai.
"Kalau soal membusuk atau tidak membusuk ya itu urusan dia lah, urusan hukum kok dan enggak ada itu pidana pembusukan itu di penjara,” kata Jazilul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).
“Di penjara itu ada tahunnya, gitu loh. Menurut saya itu bahasa sekarang itu lebai gitu loh, itu urusan dia dalam hukum. Selesaikanlah itu."
Bahar bin Smith sudah dilaporkan ke polisi karena ceramahnya dianggap berisi ujaran kebencian dan hinaan kepada Jokowi. Polisi berjanji menyelidiki laporan tersebut dan Bahar berpotensi jadi tersangka jika penyidik memiliki minimal dua alat bukti pelanggaran.
Isi ceramah yang dinilai menghina Jokowi diduga disampaikan Bahar bin Smith saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Batu Ceper, Tangerang, pada 17 November 2018.
Jazilul mengritik cara berdakwah Habib Bahar bin Smith karena dinilai tak sesuai dengan asas Islam. Dakwah, menurutnya, harus disampaikan dengan baik, bukan dengan caci maki atau hinaan.
"Dakwah itu dengan cara yang baik. Berdakwah dengan cara begitu, itu juga tidak menggunakan asas yang ada di Islam," ujarnya.
Habib Bahar bin Smith sendiri mengaku siap menghadapi proses hukum dan menolak meminta maaf atas dugaan menghina Jokowi. "Kalian yang melaporkan saya, kalau itu kesalahan, maka demi Allah saya tidak akan pernah minta maaf," kata Habib Bahar di Monas, Minggu 2 Desember 2018.
"Saya lebih memilih busuk di dalam penjara, Allahuakbar. Kalau saya ditangkap, berjanjilah, jangan pernah kalian padamkan api perjuangan. Siap teruskan perjuangan? Siap teruskan perjuangan? Allahuakbar," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Apindo menilai kenaikan BBM nonsubsidi berpotensi menambah tekanan biaya operasional dunia usaha.
Penjualan Ford Explorer melonjak 18% hingga Mei 2026. Konsumen Ford Escape beralih ke SUV lebih besar meski harus membayar lebih mahal.
KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi kasus korupsi Fadia Arafiq di Pekalongan. Pemkab memastikan tidak ada pengondisian terhadap pihak yang dipanggil.
Harga minyak dunia kembali melemah setelah pasar menunggu rincian kesepakatan damai AS-Iran dan pembukaan penuh Selat Hormuz.
SPMB SMA-SMK DIY 2026 memasuki tahap akhir aktivasi akun. Balai Dikmen Kulonprogo meminta siswa yang terkendala sinyal memanfaatkan bantuan sekolah.
Profil Chairul Mukmin, alumni UMY yang sukses menjadi juara SUCI 12 Kompas TV setelah melewati kegagalan, vakum, dan perjuangan panjang.