Prabowo Percepat Revitalisasi 200 Museum dan Situs Budaya
Prabowo membahas percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum dan situs budaya pada 2026, termasuk pembaruan narasi sejarah dan teknologi digital.
Mal Kota Kasablanka dipagari tinggi./Istimewa-Bisnis Indonesia\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya yang ramai diperbincangkan di media sosial dipastikan bukan karena adanya ancaman kerusuhan. Pengelola pusat perbelanjaan menyebut pagar dipasang untuk menata akses pengunjung sekaligus mendukung aspek keamanan kawasan.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menegaskan pemasangan pagar bukan dilakukan karena adanya ancaman kerusuhan. Menurutnya, tujuan utama pemasangan pagar adalah untuk menata akses keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib.
Ia mengatakan penggunaan pagar sebenarnya bukan hal baru di pusat perbelanjaan. Sejumlah mal bahkan telah menggunakan pagar sejak pertama kali beroperasi.
"Tetapi kan kalau kita lihat sebetulnya, yang pasang pagar ini kan kebetulan saja ini. Tapi kan sebelumnya banyak juga pusat belanja yang sudah berdiri sejak awal dengan pagar gitu kan. Jadi saya kira tujuan utamanya dari para pengelola adalah seperti itu. Untuk lebih menertibkan akses keluar masuk begitu ya," katanya.
Selain mengatur lalu lintas pengunjung, Alphonzus mengatakan pagar juga berfungsi sebagai perimeter keamanan bagi pusat perbelanjaan yang lokasinya berdekatan dengan titik-titik yang kerap menjadi lokasi aksi demonstrasi.
Sebelumnya, unggahan mengenai pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal viral di media sosial. Di salah satu media sosial Threads, misalnya, muncul unggahan yang menampilkan pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta Selatan memasang pagar besi tinggi di area terluarnya. Tidak hanya di Jakarta, beberapa unggahan juga memperlihatkan mal-mal di Surabaya telah melakukan hal serupa.
Menanggapi berkembangnya narasi tersebut, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dinilainya dapat menimbulkan keresahan, termasuk narasi yang mengaitkan pemasangan pagar di sejumlah mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya dengan potensi aksi tertentu.
Hasan juga meminta media melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di ruang publik. Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri agenda Presidential Briefing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai narasi yang berkembang di media sosial terkait pemasangan pagar di sejumlah mal, Hasan mengatakan masyarakat tidak seharusnya memperbesar informasi yang belum terverifikasi.
"Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan tuh sebaiknya diklarifikasi juga. Teman-teman kan juga... teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar enggak fearmongering yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu betul-betul nyata apa tidak. Kan teman-teman bisa cek di lapangan," tutur Hasan.
Hasan menilai kondisi nasional saat ini tetap kondusif. Dia juga menyebut pemerintah terus bekerja dan menjaga komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kalangan dunia usaha.
"Saya rasa kita harus optimistis, ya. Eh keadaan negara kita baik. Sekarang pemerintah juga sudah jalannya sangat cepat, barusan juga diskusi dengan 100-an lebih pengurus Kadin dan komunikasi dua arah, tanya jawab dengan Presiden tadi masukan-masukan mereka sangat konstruktif diterima dengan baik oleh Presiden," ujarnya.
Hasan menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya agar ruang publik tidak dipenuhi narasi yang dapat memicu keresahan tanpa didukung fakta yang jelas.
Menurut Hasan, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk pesimistis terhadap kondisi bangsa. Dia kembali mengimbau media untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan terhadap informasi yang berpotensi memicu ketakutan publik.
"Dan enggak ada alasan buat kita enggak maju kan? Gitu, jadi yang fearmongering-fearmongering itu teman-teman cek di lapangan, ya. Saya rasa nanti teman-teman bisa menemukan itu benar enggak sih, gitu," tandas Hasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Prabowo membahas percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum dan situs budaya pada 2026, termasuk pembaruan narasi sejarah dan teknologi digital.
Kecerdasan anak kerap dikaitkan dengan gen ibu melalui kromosom X. Namun, benarkah IQ lebih banyak diwariskan ibu daripada ayah?
Bournemouth menjamu Leeds United pada pekan kesembilan Liga Inggris. Simak jadwal, kondisi tim, prediksi susunan pemain, dan peluang kedua klub.
OJK mengidentifikasi 11 usaha gadai swasta belum berizin dan sejumlah pinjaman pribadi ilegal. Simak daftar nama serta cara melaporkannya.
Veda Ega Pratama unggul delapan poin atas Hakim Danish di klasemen Moto3 2026. Keduanya akan kembali bersaing dalam balapan di Malaysia.
Ford memperkenalkan Mustang Mach-E SSV 2027 untuk armada kepolisian AS. Mobil listrik ini dibekali motor ganda, rem Brembo, dan teknologi keselamatan aktif.