Kongres Bahasa Indonesia, Kemendikbud Angkat 9 Subtema

Ilustrasi Sekolah - Ist/Riauonline
25 Oktober 2018 07:10 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan menggelar Kongres Bahasa Indonesia XI pada 28-31 Oktober 2018. Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI mengusung tema Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia.

"Ada sembilan subtema yang dikembangkan dari tema besar tersebut, antara lain pendidikan bahasa dan sastra Indonesia; pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik; bahasa, sastra, dan teknologi informasi; ragam bahasa dan sastra dalam berbagai ranah kehidupan," jelas Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Dadang Sunendar, Rabu (24/10/2018).

Subtema berikutnya yakni pemetaan dan kajian bahasa dan sastra daerah; pengelolaan bahasa dan sastra daerah; bahasa, sastra, dan kekuatan kultural bangsa Indonesia; bahasa dan sastra untuk strategi dan diplomasi; serta politik dan perencanaan bahasa serta sastra.

KBI XI menghadirkan sembilan pembicara kunci dan 18 undangan, serta 72 pemakalah yang telah diseleksi dari dalam dan luar negeri. Peserta kongres berjumlah 1.031 orang dan terdiri atas para pemangku kepentingan, seperti pejabat publik, akademisi, budayawan, tokoh pegiat, pakar, guru, praktisi/pemerhati bahasa dan sastra Indonesia serta daerah, dan undangan lain.

"Kongres ini merupakan kongres yang besar, merupakan kongres yang harus menjadi catatan sejarah bagi kita semuanya, karena bahasa Indonesia adalah bahasa negara, simbol negara yang menyatukan bangsa kita dari Sabang sampai Merauke, yang menjadikan bangsa kita hebat, yang menjadi jembatan emas kita semuanya sekaligus menjadi oksigen bangsa," kata dia.

Danang menjelaskan tamu undangan yang hadir merupakan perwakilan dari 26 negara sahabat, seperti India, Papua Nugini, India, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, Mesir, Tunisia, AS, Inggris, Jerman, Belanda, Finlandia, Rusia, Prancis, Italia, Uzbekistan, dan negara-negara ASEAN.

Pada KBI XI juga akan diluncurkan beberapa produk kebahasaan kesastraan yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia Braille, buku Bahasa dan Peta Bahasa, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Daring, Korpus Indonesia, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring, buku Sastrawan Berkarya di Daerah 3T, 546 buah buku bahan bacaan literasi, Kamus Vokasi, Kamus Bidang Ilmu, dan Aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing (SPAI).

KBI XI disebut terkait dengan hasil putusan dan rekomendasi KBI X yang dilaksanakan pada 2013. Saat itu, dihasilkan 33 butir putusan dan rekomendasi dalam rangka pengembangan, pembinaan, serta pelindungan bahasa dan sastra Indonesia serta daerah. Dalam jangka waktu lima tahun, 32 rumusan telah dilaksanakan.

Satu rekomendasi yang belum dapat terlaksana adalah persiapan formasi dan penempatan tenaga fungsional penyunting dan penerjemah bahasa di lembaga pemerintahan dan swasta. Rekomendasi tersebut belum terlaksana karena Kemendikbud melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa masih perlu bekerja sama dengan pemangku kebijakan lain yang menaungi lembaga pemerintah dan swasta.

KBI merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap lima tahun dan merupakan salah satu solusi pendorong kebijakan sekaligus penyadaran kepada banyak pihak terkait dengan upaya peningkatan peran bahasa dan sastra Indonesia sebagai peneguh identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

Sumber : bisnis.com