Satpol PP Solo Sita 34 Botol Miras Tak Berizin Saat Razia Malam
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Yosea Arga
Harianjogja.com, JAKARTA- Slogan “Make Indonesia Great Again” yang dilontarkan capres Prabowo Subianto belakangan dirisak netizen.
Jargon Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat berpidato, yakni “Make Indonesia Great Again” (membuat Indonesia kembali jaya), diplesetkan oleh warganet menjadi “Make Indonesia Orba Again” (membuat Orde Baru kembali di Indonesia).
Warganet ramai-ramai memplesetkan slogan Prabowo yang mirip dengan jargon Presiden AS Donald Trump tersebut, karena latar belakangi sejarah sang capres dari lingkaran dalam penguasa Orba Soeharto.
Namun, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, yakni Ferdinand Hutahaean mengklaim publik salah kaprah terhadap maksud slogan patronnya itu.
Ferdinand menjelaskan, maksud slogan Prabowo Subianto adalah seruan agar rakyat bersemangat mengembalikan kejayaan yang pernah dicapai Indonesia.
"Yang memplesetkan itukan adalah orang-orang yang kehilangan makna great [kejayaan]. Great itu harus dimaknai bahwa Indonesia memang pernah great, sebelum bangsa Indonesia ini terbentuk, masih Nusantara dan terbagi-bagi dalam banyak kerajaan," kata Ferdinand di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (15/10/2018).
Prabowo, kata dia, melalui slogan itu bertekad mengembalikan kejayaan Indonesia di mata dunia. Sebab, Presiden Jokowi yang menjadi capres petahana dianggap kurang komunikatif dengan bangsa-bangsa lain sehingga peran Indonesia di tingkat global menjadi lemah.
“Indonesia kehilangan peran di pergaulan dunia internasional sejak Pak Jokowi memimpin. Mungkin, kami paham sih keterbatasan komunikatif Pak Jokowi terhadap pemimpin-pemimpin dunia, sehingga mengakibatkan itu," ujarnya.
Ferdinand lantas menjelaskan, pihak-pihak yang memplesetkan slogan menjadi “Make Indonesia Orba Again” hanya memandang negatif masa Orde Baru.
"Mereka hanya orang yang melihat sesuatu yang negatif yang tidak paham indoensia seperti apa, tidak paham nusantara, jadi pemahamannya hanya menyalahkan dan menjelekkan Orde Baru," tuturnya.
Padahal, kata Ferdinand, masih ada prestasi-prestasi yang bisa diadaptasi dari zaman Orde Baru, yakni pembangunan.
"Padahal Orba punya prestasi luar biasa juga, meskipun punya kekurangan di bidang demokrasi. Nah demokrasinya itu akan kami perbaiki, tetapi era pembangunannya kan harus ditiru," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Laga pamungkas Liverpool vs Brentford jadi momen perpisahan Mohamed Salah di Anfield sekaligus penentu tiket Liga Champions skuad Arne Slot.
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Gala dinner di Candi Sewu tutup rangkaian KLIC Fest 2026 dengan pesan persahabatan internasional. Klaten kini makin mantap sebagai destinasi sport tourism dunia
Meta meluncurkan Forum, aplikasi khusus Facebook Groups mirip Reddit dengan fitur AI dan feed bebas iklan serta konten viral.
Dana cukai tembakau untuk Gunungkidul turun jadi Rp1,48 miliar pada 2026. Rokok ilegal diduga memicu penurunan penerimaan negara.