Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Muhaimin A Untung
Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus skandal hoaks aktivis Ratna Sarumpaet dinilai akan merembet ke masalah politik hingga mempengaruhi proses pemilihan pada 2019 mendatang.
Ketua Umum Persaudaraan 212, Slamet Ma\'arif menjelaskan bahwa ada semacam skenario yang dibuat pemerintah, untuk menyeret nama Prabowo dan tokoh oposisi lainnya ke dalam lingkaran hukum dalam kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.
"Ada semacam skenario kasus ini akan dibawa ke arah politik, Prabowo, Amien Rais, Hanum Rais, Fadli Zon itu kan satu tim dengan Ratna yang mengaku mendengar ada ibu-ibu yang dianiaya, sebagai seseorang yang punya empati dan simpati, mereka pasti datang ke rumahnya untuk mengetahui dan bersimpati akan kasus tersebut," jelas Slamet dalam pembicaraan di iNews Sore, Selasa (9/10/2018).
Sementara itu, Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani mengungkapkan bahwa kasus Ratna Sarumpaet merupakan kasus hukum biasa. Termasuk pemanggilan Amien Rais Cs yang merupakan proses normatif dalam suatu proses hukum.
"Kalau melihat konstruksi dan peristiwa hukumnya, ini kasus hukum biasa saja, ini suatu proses normatif yang harus dilalui bu Ratna yang sudah jadi tersangka, sehingga polisi butuh keterangan dari beberapa saksi," jelas Ismail.
Namun, Ismail tak menampik bahwa kasus Ratna Sarumpaet sangat erat dengan nuansa politik. Ia membeberkan dua sebab mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pertama, jelas Ismail, yang dipanggil sebagai saksi merupakan tokoh politik besar.
"Kedua, tak bisa dipungkiri, situasi politik kita sedang tidak bagus ya, momen adanya kasus Ratna berbarengan dengan adanya proses pemilihan presiden. Mau tak mau, kasus ini akan mempengaruhi sisi elektoral dari calon-calon yang mengikuti pemilu," pungkas Ismail.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.
Pemda DIY mengevaluasi Regol Ayom Malioboro dan menyiapkan desain ulang dengan mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki serta kondisi kawasan.
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.