KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jusuf Kalla. /Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi komentar ihwal skandal hoaks aktivis Ratna Sarumpaet.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan sejak awal dirinya sudah tahu bahwa informasi pemukulan terhadap Ratna Sarumpaet adalah berita bohong.
"Sejak awal saya sudah duga, karena tidak mungkin seorang Sarumpaet dianiaya tanpa berteriak. Keadaan aman saja [dia] berteriak, apalagi kalau keadaan susah, tidak mungkin tidak didengar orang," kata Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Terkait dengan peristiwa tersebut dapat meningkatkan elektabilitas pasangan Jokowi/Ma\'ruf, Wapres enggan mengomentari lebih lanjut.
"Itu nantilah, itu urusan politik," kata JK sebelum memimpin rapat penanganan bantuan asing untuk gempa Palu.
Aktivis hak asasi manusia (HAM) Ratna Sarumpaet mengakui tidak terjadi penganiayaan pada dirinya dan membenarkan luka lebam di wajahnya karena melakukan prosedur bedah plastik.
"Tidak ada penganiayaan. Itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu," katanya dalam konferensi pers di rumahnya, Bukit Duri, Jakarta.
Ratna Sarumpaet yang didampingi sejumlah rekannya menjelaskan kronologi kebohongan yang beredar tentang dirinya dianiaya oleh sejumlah oknum di Bandung.
Pada 21 Oktober 2018, dia mendatangi RS Bina Estetika di Menteng untuk melakukan prosedur sedot lemak di pipi kanan dan kirinya. Namun, pada tanggal 22 Oktober saat terbangun, Ratna melihat mukanya lebam berlebihan tidak seperti yang dia alami biasanya.
Anak-anaknya tidak puas dengan jawaban pendek itu. Dalam seminggu, dia terus dikorek sehingga dia berakhir melakukan kebohongan dan mengembangkan ide cerita pemukulan.
Cerita tersebut hanya berputar di lingkungan keluarga dan Ratna tidak bermaksud mengaitkan hal tersebut dengan politik, apalagi setelah fotonya bermuka lebam sepekan lebih kemudian tersebar di media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.